“KBRI berupaya memastikan kebutuhan dasar WNI terpenuhi selama menunggu proses kepulangan ke Indonesia,”
Demikian penegasan Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, dalam keterangannya akhir Januari lalu.
Proses administrasi sendiri digenjot. Dengan dukungan tim dari Kemlu dan Kementerian Imigrasi, asesmen laporan dan penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dipercepat. Targetnya jelas: agar warga yang tak punya paspor bisa segera dapat dokumen pengganti dan berangkat pulang. Di sisi lain, KBRI juga terus berembuk dengan imigrasi setempat. Mereka mengupayakan izin keluar dan, kalau bisa, keringanan denda yang harus dibayar.
Harapan untuk pulang perlahan mulai terwujud. Pada 30 Januari, 36 WNI sudah mendarat di Indonesia. Esoknya, 31 Januari, rencananya ada 30 orang lagi yang menyusul. Diharapkan, angka ini terus bertambah dalam hari-hari mendatang.
Perlu diingat, KBRI juga mendorong WNI yang dokumennya lengkap dan tak ada masalah dengan imigrasi untuk pulang sendiri. Artinya, sangat mungkin jumlah yang sudah kembali ke Indonesia sebenarnya lebih besar dari angka yang tercatat secara resmi. Mereka pulang tanpa menunggu fasilitasi, memilih jalan sendiri untuk segera menyelesaikan masalah ini.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026