Di sisi lain, ada perkembangan politik yang turut berpengaruh. Awal bulan ini, Taiwan berhasil menyepakati sebuah perjanjian perdagangan awal dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Isinya cukup signifikan: tarif AS untuk impor dari Taiwan dipangkas, turun menjadi 15 persen dari yang sebelumnya 20 persen.
Sebagai bentuk timbal balik, Taiwan pun berjanji akan menanamkan modal besar di Amerika. Investasi senilai setidaknya 250 miliar dolar AS itu diarahkan ke sektor-sektor strategis seperti semikonduktor dan AI itu sendiri.
Memang, peran Taiwan dalam rantai pasok teknologi global sudah tak diragukan lagi. Mereka adalah produsen utama untuk server AI, chip komputer, dan berbagai instrumen presisi. Buktinya, ekspor mereka tahun lalu saja melonjak hampir 35 persen dibanding tahun sebelumnya. Demam AI ini jelas membawa angin segar bagi perusahaan-perusahaan teknologi besar di sana.
TSMC, sang raksasa pembuat chip kontrak nomor satu dunia, dan Foxconn yang memproduksi server AI, sama-sama menikmati rekor keuntungan dan pendapatan. Semuanya berkontribusi pada cerita pertumbuhan ekonomi yang sedang panas ini.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026