Kalau bicara soal mendongkrak kelas usaha mikro, Shinta W. Kamdani punya pandangan yang cukup jernih. Ketua Umum Apindo itu menilai, jalan tercepat dan paling realistis bukanlah langsung menyerbu pasar ekspor. Proses ekspor, baginya, masih penuh rintangan bagi pelaku UMKM. Mulai dari kesiapan produk, belitan perizinan, sampai soal akses pasar yang kerap jadi dinding tinggi.
Lalu, apa solusinya?
"Yang paling cepat adalah masuk ke supply chain perusahaan besar, itu nomor satu. Itu akan mempercepat prosesnya,"
Demikian penegasan Shinta dalam acara Economic Insight 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jumat lalu. Menurutnya, bergabung dengan rantai pasok korporasi bisa jadi katalisator yang ampuh. Proses peningkatan kapasitas usaha akan berjalan lebih terarah dan, tentu saja, lebih cepat.
Namun begitu, Shinta mengakui bahwa menghubungkan UMKM dengan perusahaan besar bukan perkara gampang. Tantangannya masih besar. Padahal, imbalannya jelas: UMKM akan mengikuti standar dan sistem yang sudah mapan dari perusahaan besar tersebut.
Dia lantas menggarisbawahi bahwa fokus ke depan harus bergeser. Bukan lagi sekadar menciptakan pelaku usaha baru, melainkan memastikan UMKM yang sudah ada bisa bertumbuh. Naik kelas.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman Menjelang Lebaran 2026, Harga Cabai Mulai Turun
Trump Kritik Sekutu NATO Soal Selat Hormuz, Harga Minyak Melonjak
Nvidia Perkenalkan DLSS 5 dan Sistem Vera Rubin di GTC Conference
Presiden Dewa United Pastikan Ivar Jenner Pulih, Siap Gabung TC Timnas