Memang, banyak dari angkatan kerja ini kemudian beralih ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Beralih dari pencari kerja menjadi pelaku usaha itu sah-sah saja. Namun begitu, kemampuan bisnis mereka untuk bertahan dan berkembang adalah persoalan lain yang butuh perhatian serius dari pemangku kepentingan.
Di sisi lain, Shinta turut menyoroti iklim investasi. Ia melihat pola yang berubah. Investasi yang masuk kini lebih banyak bersifat padat modal, bukan lagi padat karya seperti dulu. Era digitalisasi dan otomasi turut mempengaruhi hal ini, menyebabkan penyerapan tenaga kerja di industri terus merosot.
jelasnya.
Intinya, di balik optimisme pertumbuhan, persoalan ketenagakerjaan ini bagai bom waktu. Jika tidak diatasi, ia bisa menjadi penghambat utama bagi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026