Memang, banyak dari angkatan kerja ini kemudian beralih ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Beralih dari pencari kerja menjadi pelaku usaha itu sah-sah saja. Namun begitu, kemampuan bisnis mereka untuk bertahan dan berkembang adalah persoalan lain yang butuh perhatian serius dari pemangku kepentingan.
Di sisi lain, Shinta turut menyoroti iklim investasi. Ia melihat pola yang berubah. Investasi yang masuk kini lebih banyak bersifat padat modal, bukan lagi padat karya seperti dulu. Era digitalisasi dan otomasi turut mempengaruhi hal ini, menyebabkan penyerapan tenaga kerja di industri terus merosot.
jelasnya.
Intinya, di balik optimisme pertumbuhan, persoalan ketenagakerjaan ini bagai bom waktu. Jika tidak diatasi, ia bisa menjadi penghambat utama bagi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Artikel Terkait
Shinta Kamdani Soroti Jalan Pintas UMKM Naik Kelas: Masuk Rantai Pasok Korporasi
Ketika AI Mencipta, Apakah Jiwa Seni Kita Tergerus?
Harga Tembaga dan Emas Melonjak, Pemerintah Tetapkan Patokan Ekspor Baru
Lefundes Pasang Target Tiga Poin di Kandang Demi Kejar Persib