Lalu, di mana saja titik-titik genangan itu? Sebarannya cukup luas, merata di empat wilayah kota.
Jakarta Barat mencatat 8 RT yang kebanjiran, terutama di Kedaung Kali Angke dan Kembangan Selatan. Airnya sekitar 20 hingga 30 sentimeter, diduga karena hujan lebat ditambah luapan dari Kali Mookervaart.
Di selatan, kondisi lebih mengkhawatirkan. Ada 8 RT di Pejaten Timur, Rawajati, dan Tanjung Barat yang terendam. Kedalamannya fantastis, mulai dari 1,5 meter sampai 3,5 meter! Penyebabnya masih sama: curah hujan tinggi dan Kali Ciliwung yang meluap.
Jakarta Timur jadi wilayah terdampak terbesar. Tak kurang dari 21 RT di enam kelurahan seperti Kampung Melayu, Cawang, dan Bidara Cina terendam banjir. Ketinggian airnya bervariasi, dari 50 cm hingga 350 cm. Lagi-lagi, Ciliwung disebut sebagai biang keroknya.
Sementara di Jakarta Utara, genangan relatif lebih rendah. Dua RT di Cilincing dan Marunda terendam 20-30 cm akibat luapan Kali Nagrak.
Selain permukiman, tiga ruas jalan juga ikut tergenang. Yang paling dalam ada di Gang Langgar, Rawajati, Jakarta Selatan, dengan ketinggian air mencapai 180 cm. Lalu ada Jalan Pulo Raya IV di Petogogan (25 cm) dan Jalan Rawa Indah Dua di Pegangsaan Dua, Jakarta Utara (15 cm).
Situasi ini jelas mengganggu aktivitas warga. Semoga saja upaya penanganan yang sedang berjalan bisa segera mengatasinya.
Artikel Terkait
Free Float Saham Naik Dua Kali Lipat, Pemerintah Beri Suntikan Darah Segar ke Pasar
Kasus Dugaan Penggelapan Dana Fujianti Utami Naik ke Penyidikan
Sidang Isbat Ramadan 2026 Digelar 17 Februari, Menteri Agama Pimpin Langsung
Satu Kampus dari PAUD hingga SMA: Sekolah Terintegrasi Siap Dibangun di Tiap Kecamatan