Di Bontang, Kalimantan Timur, Kamis kemarin, cuaca tampaknya tak mengurangi semangat acara. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir dalam sebuah momen penting: peresmian proyek revamping pabrik amonia milik PT Pupuk Kaltim. Acara itu juga dimeriahkan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU tentang pendistribusian pupuk di tanah air.
“Alhamdulillah, hari ini kami dapat undangan untuk mendampingi Pak Ketua dan Pak Mentan,” ujar Sigit, bersyukur. Menurutnya, peresmian proyek revamping ini punya arti strategis. Negara bisa menghemat biaya produksi pupuk, angkanya sekitar 10 sampai 16 persen.
Lalu, apa tujuan MoU yang diteken hari itu? Sigit menjelaskan, intinya agar pupuk benar-benar sampai ke tangan para petani yang membutuhkan. “Kami melaksanakan penandatanganan MoU untuk pendistribusian pupuk. Tujuannya satu: supaya tepat sasaran,” tegasnya.
Harapannya sih sederhana, tapi dampaknya besar. Sigit ingin proses distribusi berjalan tepat waktu. Soalnya, kalau sampai molor, akibatnya bisa fatal. Keterlambatan cuma satu minggu saja berpotensi memangkas produktivitas. Dan kalau dihitung secara nasional? Ruginya bisa mencapai ratusan triliun rupiah.
Artikel Terkait
Kebijakan WFA Jelang Lebaran Turunkan Jumlah Penumpang Commuter Line 29 Persen
Output Industri China Tumbuh 6,3% di Awal 2026
KPK Buka Peluang Jerat Pelaku Swasta dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Lebaran 2026: 40 Ribu Pemudik Berangkat dari Stasiun Senen dan Gambir di Hari Puncak