tambahnya.
Di sisi lain, kisah sukses Kamaludin ini mendapat perhatian dari pihak BRI. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyoroti bahwa BRILink Agen Sorwaru adalah bukti nyata kemitraan yang berdampak positif.
Menurutnya, model kemitraan semacam ini berhasil menciptakan ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan. Masyarakat tidak cuma jadi pengguna, tapi juga bagian dari rantai nilai ekonomi digital yang dampaknya langsung terasa di tingkat desa.
“Kehadiran BRILink Agen tidak hanya memperluas akses layanan keuangan, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan dan mendorong pertumbuhan UMKM”,
ungkap Dhanny.
Faktanya, di Kabupaten Alor sendiri kini ada 1.238 BRILink Agen yang tersebar di berbagai kecamatan, kelurahan, dan desa. Transaksi per bulannya rata-rata mencapai 227 ribu lebih, dengan volume penjualan fantastis: Rp122,56 miliar.
Secara nasional, jaringannya bahkan lebih luas lagi. Hingga Desember 2025, BRI didukung sekitar 1,2 juta AgenBRILink yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka menjangkau lebih dari 80 persen total desa di Tanah Air. Lewat model kemitraan ini, transaksi finansial yang difasilitasi telah menyentuh angka 1 miliar dengan total volume mencapai Rp1.746 triliun. Sungguh sebuah pencapaian yang mengubah banyak hal, dimulai dari sebuah kios sederhana di pegunungan.
Artikel Terkait
Indonesia Resmi Duduk di Dewan Perdamaian Dunia, Fokus Kawal Kemerdekaan Palestina
Menlu Tegaskan Dewan Perdamaian Dunia Bukan Pengganti PBB
Gubernur Pramono Tambah Pompa dan Bantu Perlengkapan untuk Pengungsi Banjir Rawa Buaya
BMKG: Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Indonesia Hingga Akhir Januari