Siklon Luana Menjauh, Dampak Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Masih Mengancam

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 11:55 WIB
Siklon Luana Menjauh, Dampak Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Masih Mengancam

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan alarm. Kali ini, peringatan dini itu terkait kemunculan Siklon Tropis LUANA di perairan selatan Indonesia. Peringatan resmi disampaikan oleh Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta pada Sabtu pagi.

Menurut pantauan terakhir pukul 07.00 WIB, posisi siklon itu berada di Samudra Hindia, tepatnya di selatan wilayah Nusa Tenggara Timur. Awalnya, LUANA tumbuh dari sebuah bibit yang sudah dilacak sejak dini hari, yang dikenal sebagai Bibit Siklon 91S.

Meski begitu, ada kabar yang agak meredakan. BMKG memprediksi intensitas LUANA akan melemah dalam 24 jam ke depan. Siklon ini diperkirakan bakal bergerak menjauh ke arah tenggara, meninggalkan wilayah Indonesia. Tapi jangan salah, dampaknya tetap akan terasa. Cuaca dan laut di beberapa daerah dipastikan bakal terdampak secara tidak langsung.

“Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan akan melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT),”

demikian pernyataan resmi dari BMKG.

Di sisi lain, ada pula Bibit Siklon Tropis 92P yang sedang aktif. Namun, posisinya berada di daratan Australia, jauh di sebelah timur Teluk Carpentaria. Karena lokasinya yang jauh itu, TCWC Jakarta menyatakan bibit siklon ini berada di luar wilayah pantauan mereka. Yang jelas, 92P dipastikan tidak akan mempengaruhi kondisi cuaca di tanah air.

Nah, selain hujan, ancaman lain yang perlu diantisipasi adalah angin kencang. Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Jawa Tengah bagian timur, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan tentu saja Nusa Tenggara Timur. Warga di daerah-daerah ini sebaiknya bersiap.

Dampak yang paling signifikan mungkin justru terjadi di laut. BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tinggi yang dibagi dalam tiga level. Yang paling ekstrem, dengan ketinggian 4 hingga 6 meter, diprediksi terjadi di Samudra Hindia selatan NTT. Situasinya sangat berbahaya untuk pelayaran.

Untuk level tinggi (2.5 - 4 meter), wilayahnya lebih luas. Mulai dari perairan selatan Bali hingga NTT, Laut Sawu, sampai Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga NTB. Sementara untuk gelombang kategori sedang, cakupannya menjangkau perairan selatan Jawa, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, serta sejumlah selat di NTT dan NTB.

Intinya, meski siklonnya menjauh, efek riaknya masih besar. Masyarakat, terutama yang tinggal di pesisir dan daerah rawan hujan, dituntut untuk tetap siaga.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar