Lalu, apa sebenarnya tujuan dewan ini? Awalnya, fokusnya adalah mengawasi fase kedua gencatan senjata di Gaza. Tapi, Trump punya visi yang lebih luas. Bahkan, ada indikasi bahwa lembaga ini berpotensi menjadi alternatif atau mungkin pengganti peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ambisius, memang.
Namun begitu, dukungan dari kedelapan negara ini tampaknya cukup kuat. Dalam pernyataannya, para menteri kembali menegaskan komitmen mereka.
"Para Menteri menegaskan kembali dukungan negara mereka terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Trump, dan menegaskan kembali komitmen negara mereka untuk mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi," jelas mereka.
Mereka merujuk pada sebuah Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza, yang didukung oleh resolusi Dewan Keamanan PBB.
Intinya, kedelapan negara ini mendorong gencatan senjata permanen dan proses rekonstruksi di Jalur Gaza. Mereka juga menginginkan perdamaian yang adil dan langgeng, yang tentu saja menghormati hak bangsa Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri dan membentuk negara berdasarkan hukum internasional. Sebuah harapan besar yang kini digantungkan pada sebuah dewan baru.
Artikel Terkait
Batu Bara Indonesia Tembus 790 Juta Ton, Mayoritas Lari ke Pasar Ekspor
Purbaya Ganti Pejabat DJP, Tegur Atasan yang Lakukan Pembiaran
Wamenkes Tandatangani Kerja Sama Digital Health dengan China, Tekankan Kedaulatan Data
Menteri Keuangan Purbaya Beri Amanat Khusus dalam Pelantikan Pejabat Pajak