Meski datanya menunjukkan pertumbuhan, Rizal tak menutup mata soal hambatan. Tantangannya beragam, mulai dari masalah klasik seperti modal kerja yang terbatas, infrastruktur gudang dan toko yang belum ideal, sampai pada persoalan kesiapan SDM dan sistem pencatatan digital yang masih perlu dikejar.
Namun begitu, Bulog tak tinggal diam. Pendampingan intensif terus digelar. Tujuannya jelas: agar koperasi-koperasi desa ini bisa benar-benar tumbuh menjadi tulang punggung distribusi pangan yang kuat dan bisa diandalkan oleh masyarakat.
Rizal menutup pernyataannya dengan harapan. "Kami mohon arahan dan masukan dari semua pihak," katanya. Dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, menurutnya, kunci untuk melangkah lebih strategis. Impian besarnya adalah swasembada pangan dan keterjangkauan harga bagi seluruh rakyat Indonesia.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
BI Proyeksikan Kredit Tumbuh 8-12% di 2026, Tapi Dana Rp2.439 T Masih Menganggur
Kuntilanak dan Pocong: Ketika Mistis Nusantara Hanya Jadi Mesin Cuan di Layar Lebar
Remaja 17 Tahun Tewas Usai Terjatuh dari Peron Stasiun Gondangdia
Petunjuk Kuat Shayne Pattynama Segera Gabung Persija, Ikuti Tren Pemain Timnas Pulang Kampung