Meski datanya menunjukkan pertumbuhan, Rizal tak menutup mata soal hambatan. Tantangannya beragam, mulai dari masalah klasik seperti modal kerja yang terbatas, infrastruktur gudang dan toko yang belum ideal, sampai pada persoalan kesiapan SDM dan sistem pencatatan digital yang masih perlu dikejar.
Namun begitu, Bulog tak tinggal diam. Pendampingan intensif terus digelar. Tujuannya jelas: agar koperasi-koperasi desa ini bisa benar-benar tumbuh menjadi tulang punggung distribusi pangan yang kuat dan bisa diandalkan oleh masyarakat.
Rizal menutup pernyataannya dengan harapan. "Kami mohon arahan dan masukan dari semua pihak," katanya. Dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, menurutnya, kunci untuk melangkah lebih strategis. Impian besarnya adalah swasembada pangan dan keterjangkauan harga bagi seluruh rakyat Indonesia.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
Trump Buka Peluang Serangan Darat AS ke Iran untuk Sita Uranium
Dua Pemain Asing Persija Siap Bertarung Hingga Akhir untuk Kejar Puncak Klasemen
Warga Bekasi Diingatkan: Imsak Besok 04.31 WIB di Kabupaten, 04.32 WIB di Kota
Gubernur DKI Tegaskan Tak Ada Skrining Pendatang Pasca-Lebaran 2026