Rusia akhirnya angkat bicara. Menanggapi klaim Amerika Serikat yang menyebut Moskow punya niat mengincar Greenland, pemerintah Rusia justru balik menuding. Menurut mereka, tuduhan itu cuma dalih belaka.
Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dengan tegas membantah. Dalam konferensi pers tahunannya, ia menyatakan Rusia sama sekali tak punya rencana macam-macam terhadap wilayah otonom di bawah Denmark itu.
"Kami tidak memiliki rencana untuk merebut Greenland. Itu bukan masalah kami," tegas Lavrov.
Ia bahkan menyindir Washington. Lavrov yakin AS sebenarnya tahu betul bahwa baik Rusia maupun China tidak punya skema seperti itu. "Kami pikir Washington sangat mengetahui tentang tidak adanya rencana seperti itu," ucapnya lagi.
Soal isu perjanjian bantuan dengan Greenland atau Islandia? Itu juga ditepis mentah-mentah. Lavrov bilang, kondisi untuk pengaturan semacam itu tidak ada. Posisi Rusia, setidaknya untuk saat ini, cuma sebagai pengamat. Mereka cuma memantau perkembangan, tanpa keterlibatan langsung.
Di sisi lain, upaya Presiden AS Donald Trump untuk mengambil kendali Greenland memang terus bergulir. Wilayah yang dikenal kaya mineral itu dianggap penting untuk keamanan nasional AS. Argumennya, langkah itu perlu untuk mengantisipasi gerakan serupa dari China dan Rusia. Meski begitu, niat Trump ini banyak ditentang, termasuk oleh sekutu-sekutu Eropanya.
Lavrov menutup pernyataannya dengan nada datar, seolah ingin menjauhkan negaranya dari polemik ini. "Kami tidak ada hubungannya dengan masalah ini. Kami akan memantau situasinya," katanya.
Artikel Terkait
Lima Negara Catat Lonjakan Peringkat FIFA, Timnas Indonesia Naik ke Posisi 118
IRGC Serang Markas Armada Kelima AS di Bahrain, Balas Serangan Militer Amerika di Iran Selatan
Chatib Basri Bantah Ekonomi Indonesia 2026 Setara Krisis 1998, Soroti Risiko Harga Pangan dan Kredibilitas Fiskal
Pembiayaan Cicil Emas BSI Melonjak 97,9 Persen, Tembus Rp16,93 Triliun di Tengah Tren Investasi Lindung Inflasi