Bagi banyak orang, hari ini belum benar-benar dimulai sebelum menyeruput secangkir kopi. Minuman ini sudah jadi semacam ritual, penambah semangat di tengah kesibukan. Nah, terkait tren konsumsi kopi yang meluas, muncul pertanyaan soal sertifikasi halal. Seberapa penting sih label halal untuk produk kopi?
Polling yang digelar antara akhir Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026 menarik perhatian. Dari 1.290 partisipan, mayoritas tepatnya 56,2% atau 725 pembaca menyatakan sertifikasi halal pada produk kopi itu penting. Angka ini cukup signifikan.
Di sisi lain, ada 26,82% responden (346 orang) yang berpendapat sebaliknya. Mereka menganggap sertifikasi halal tidak penting untuk kopi. Sementara itu, sekitar 16,98% atau 219 pembaca bersikap netral; merasa biasa saja dengan isu tersebut.
Perbincangan ini relevan melihat posisi Indonesia di peta kopi global. Faktanya, negara kita kini naik peringkat! Berdasarkan data FAO PBB 2025, Indonesia mampu memproduksi 794 ribu ton kopi. Pencapaian itu menempatkan kita di posisi ketiga dunia, satu deret dengan Vietnam dan Brasil. Kebutuhan yang meningkat sejalan dengan produksi yang kian besar.
Beberapa pelaku industri tampaknya sudah menangkap sinyal ini. Dalam ajang World of Coffee 2025 yang dihelat di Indonesia, sejumlah produsen mengakui pentingnya sertifikasi halal. Salah satunya adalah Koperasi Produsen Serba Usaha (KPSU) Solok Radjo dari Sumatera Barat.
“Kita lebih menjaga nama brand, bahwa brand kita dikelola dan diolah dengan standar yang bagus. Kita juga menjaga brand kita sesuai dengan budaya di Minang, Sumatera Barat yang dikenal sangat kental dengan agamanya,”
Joni, selaku Ketua KPSU Solok Radjo, menjelaskan hal itu. Koperasi penghasil kopi arabika dari Nagari Aie Dingin itu sudah mengantongi sertifikasi halal sejak 2022.
Memang, kalau diamati, makin banyak kemasan kopi yang menampilkan logo halal. Meski pada dasarnya kopi berasal dari biji tanaman, proses produksinya kerap melibatkan berbagai cara dan campuran bahan. Nah, titik-titik dalam proses inilah yang bagi sebagian kalangan perlu dijamin kehalalannya. Jadi, wacana ini bukan sekadar formalitas, tapi sudah menyentuh aspek kepercayaan dan budaya konsumen.
Reporter: Safina Azzahra Rona Imani
Artikel Terkait
BSN Perkuat Layanan SiPA untuk Dongkrak Likuiditas dan Daya Saing Keuangan Syariah
Prajurit Prancis UNIFIL Gugur di Lebanon Selatan Usai Serangan April Lalu
Prabowo dan Albanese Sepakati Ekspor Pupuk Urea 250.000 Ton ke Australia
Kejagung Gelar Lelong Mobil Mewah Hasil Sitaan Korupsi di BPA Fair 2026