Hujan Tak Henti, Ratusan Perjalanan KA di Jawa Terkubur Banjir

- Senin, 19 Januari 2026 | 06:40 WIB
Hujan Tak Henti, Ratusan Perjalanan KA di Jawa Terkubur Banjir

Cuaca ekstrem tak cuma merendam jalan, tapi juga mengacaukan perjalanan kereta api di Pulau Jawa. Curah hujan tinggi yang mengguyur sepekan ini bikin sejumlah titik di jalur Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta terendam banjir. Operasional pun terganggu, tak bisa dihindari.

Menurut Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, kondisi ini murni force majeure. Faktor alam di luar kendali mereka. “Keselamatan pelanggan dan petugas jadi prioritas utama dalam setiap keputusan,” tegasnya. Itu prinsip yang dipegang saat situasi seperti ini.

Di Daop 4 Semarang, genangan air muncul di petak antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, tepatnya di sekitar kilometer 88 900 hingga 89 100. Penyebabnya? Luapan sungai dan tanggul yang jebol akibat hujan yang tak henti-hentinya. Lintasan jadi terancam.

Gangguan sebenarnya sudah mulai terasa Jumat (16/1) dini hari. Saat itu, air mulai menggenangi emplasemen Stasiun Pekalongan. Tim langsung bergerak, coba menambahi balas dan mengangkat rel. Tapi usaha mereka seperti sia-sia. Hujan deras kembali mengguyur malam harinya, berlanjut sampai Sabtu dini hari.

Akibatnya, Sungai Bermi dan Sungai Meduri meluap. Jalur rel terendam sekitar 23 sentimeter. Belum selesai, Minggu pagi situasi makin runyam. Tanggul sungai jebol dan memicu banjir di titik baru, Km 89 100. Kereta yang lewat cuma bisa satu jalur, itupun dengan pengamanan ketat pakai lokomotif BB304. Semua menunggu situasi aman.

Dampaknya jelas terlihat pada jadwal perjalanan. Dari Jumat (16/1) sampai Minggu (18/1), total ada 593 perjalanan kereta antarkota di Jawa. Nah, dari jumlah itu, 82 perjalanan terpaksa dibatalkan. Rinciannya, 21 perjalanan batal di hari Jumat, dan 61 perjalanan lagi batal di hari Minggu.

Selain itu, 17 perjalanan lain dioperasikan dengan pola memutar. Rutenya lewat Cirebon-Kroya-Yogyakarta-Solo untuk menghindari titik banjir. Tapi ya, solusi ini bikin waktu tempuh molor. Ada 76 perjalanan yang terlambat, dengan rata-rata keterlambatan mencapai 240 menit. Parahnya, hingga Minggu siang, 51 perjalanan yang berangkat Jumat masih di perjalanan dan belum sampai tujuan.

Keterlambatan tertinggi dialami KA Tawang Jaya (relasi Pasar Senen-Semarang Poncol) yang telat 445 menit saat berangkat. Lalu, KA Argo Muria (relasi Semarang Tawang-Gambir) telat 484 menit untuk kedatangannya. Bayangkan, hampir delapan jam terbuang.

Di sisi lain, ribuan penumpang memilih membatalkan tiket. Hingga Minggu pagi pukul 08.00 WIB, tercatat 8.615 tiket jarak jauh dibatalkan. Angka ini muncul seiring pembatalan perjalanan dan perubahan pola operasi.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan upaya pemulihan yang mereka lakukan. “Kami jalankan pemulihan secara bertahap dan terpadu,” ujarnya.

Langkahnya meliputi perbaikan prasarana, rekayasa pola operasi, penyiapan rangkaian cadangan, dan tentu saja, pembatalan jika kondisi membahayakan.

“Dalam situasi force majeure ini, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen kepada pelanggan sesuai ketentuan,” jelas Anne Purba lagi.

Di lapangan, upaya terus dilakukan. Mereka memakai lokomotif BB hidrolis dan bahkan meminjam lokomotif CC 300 milik DJKA untuk coba menerobos genangan. Tapi konsekuensinya jelas: perjalanan jadi tambah lambat rata-rata 150 menit. Pilihan sulit antara melanjutkan atau berhenti total. Untuk sekarang, keselamatan adalah yang utama.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar