Modus yang dipakai pun terbilang canggih dan terencana. Sepekan sebelumnya, Purbaya sempat membeberkan satu taktik kotor: pembelian KTP. Perusahaan-perusahaan ini diduga membeli identitas warga hanya untuk memalsukan data jumlah karyawan dan administrasi lainnya. Tujuannya jelas, mengelabui otoritas pajak dan kabur dari kewajiban membayar PPN.
Dampaknya bagi negara? Sungguh luar biasa. Coba bayangkan, dari satu perusahaan baja saja, potensi kerugian negara bisa menembus angka lebih dari Rp4 triliun setiap tahunnya. Angka yang fantastis.
"Potensinya, setahun bisa Rp4 triliun lebih, jadi besar itu, banyak perusahaan,"
Purbaya menambahkan penjelasan soal besaran kerugian itu di kantornya, Kementerian Keuangan.
Meski nama-nama perusahaan sudah ada di genggaman, Menkeu tak mau gegabah. Ia mengaku sedang menunggu timing yang tepat. Aksi penggerebekan serentak sedang dipersiapkan. Strategi ini diyakini akan memaksimalkan efektivitas penindakan hukum sekaligus upaya pemulihan kerugian negara. Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari Kemenkeu.
Artikel Terkait
Prabowo Genjot Pembangunan Sekolah Unggulan, Targetkan 500 Kampus dalam 4 Tahun
Kedubes Iran Buka Suara: Unjuk Rasa Damai Ditunggangi, AS dan Israel Dituding Intervensi
Jaksa Tuntut Hukuman Mati untuk Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol
Tiang Monorel Senayan Bakal Dibongkar, Sebagian Disulap Jadi Videotron