Jakarta - Pemberantasan mafia pajak di sektor baja kini jadi sorotan utama. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersikap tegas. Ia mengungkap, setidaknya ada 40 perusahaan yang terdeteksi melakukan penggelapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Dan aksi tegas sudah di depan mata.
"Yang baja itu yang terdeteksi ada 40 perusahaan. Yang dua besar akan kita sidak dalam waktu singkat,"
Demikian penegasan Purbaya kepada awak media di Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026) lalu. Nada suaranya terdengar serius, penuh tekad.
Menariknya, pelakunya bukan berasal dari satu negara saja. Menurut Purbaya, ada perusahaan asal China yang terlibat, tapi tak ketinggalan pula perusahaan lokal Indonesia. Fakta ini justru memunculkan pertanyaan besar di benaknya. Bagaimana mungkin perusahaan berskala besar, yang seharusnya gampang dipantau, bisa melakukan praktik semacam itu?
"Nah, itu teka-teki saya juga. Harusnya kan kalau perusahaan besar kan gampang melihatnya. Berarti orang saya ada yang terlibat, nanti kita lihat ya,"
Ucapannya itu seperti menyiratkan adanya indikasi permainan dari dalam. Sebuah sinyal kuat bahwa pengawasan internal mungkin jebol.
Artikel Terkait
Prabowo Genjot Pembangunan Sekolah Unggulan, Targetkan 500 Kampus dalam 4 Tahun
Kedubes Iran Buka Suara: Unjuk Rasa Damai Ditunggangi, AS dan Israel Dituding Intervensi
Jaksa Tuntut Hukuman Mati untuk Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol
Tiang Monorel Senayan Bakal Dibongkar, Sebagian Disulap Jadi Videotron