Tiang Monorel Senayan Bakal Dibongkar, Sebagian Disulap Jadi Videotron

- Rabu, 14 Januari 2026 | 12:00 WIB
Tiang Monorel Senayan Bakal Dibongkar, Sebagian Disulap Jadi Videotron

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tak menutup kemungkinan untuk membongkar tiang-tiang monorel yang masih berdiri di kawasan Senayan. Langkah ini mengikuti aksi tegas pemprov yang baru saja menyelesaikan pencopotan tiang serupa di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan.

“Kalau ini sudah berjalan dengan baik, karena yang di Senayan memang beberapa pasti akan kami bongkar,” ujar Pramono di Kuningan, Rabu (14/1/2026).

Ia menegaskan, prioritas utama saat ini memang di Rasuna Said. Targetnya, pembongkaran di lokasi itu harus tuntas pada September 2026 nanti. Baru setelah itu, perhatian akan beralih ke Senayan.

Meski begitu, rencananya tidak semua tiang di Senayan akan dirobohkan. Pramono punya ide lain untuk memanfaatkan struktur yang tersisa.

“Tetapi beberapa akan kami sisakan untuk apa, videotron dan sebagainya untuk reklame. Jadi harus dimanfaatkan,” jelasnya.

Soal tiang di Kuningan, pemprov akhirnya turun tangan membongkarnya sendiri pada Rabu lalu. Ini dilakukan setelah PT Adhi Karya, sang penanggung jawab proyek, dinilai lamban merespons surat permintaan pembersihan dari pemerintah daerah. Proyek monorel Jakarta sendiri punya sejarah panjang yang berliku.

Gagasan ini pertama kali dicanangkan oleh Gubernur Sutiyoso di tahun 2002. Saat itu, monorel diharapkan bisa jadi solusi transportasi massal, mendampingi Bus Transjakarta dan rencana subway. Dua jalur direncanakan: jalur hijau melingkari Semanggi, Casablanca, dan Kuningan; sementara jalur biru menghubungkan Kampung Melayu ke Roxy via Tanah Abang.

Konstruksi tiang pancang bahkan sudah dimulai sejak 2004. Tapi kemudian proyek ini mandek bertahun-tahun. Ada secercah harapan di Oktober 2013, ketika upacara pemasangan batu pertama digelar meriah di Tugu 66, Kuningan.

Sayangnya, itu jadi satu-satunya batu yang terpasang. Setelah seremoni usai, lokasi konstruksi kembali sepi. Tak ada aktivitas berarti, hanya menyisakan tiang-tiang besi yang mangkrak dan jadi pertanyaan publik selama bertahun-tahun. Kini, perlahan-lahan, sisa-sisa proyek itu mulai ditertibkan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar