Mensos Gus Ipul Ajak Kiai Madura Sukseskan Data Tunggal Sosial dan Sekolah Rakyat

- Senin, 11 Mei 2026 | 00:16 WIB
Mensos Gus Ipul Ajak Kiai Madura Sukseskan Data Tunggal Sosial dan Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengajak para pengasuh pondok pesantren di Pulau Madura, Jawa Timur, untuk turut serta menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pemutakhiran data dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

“Saya ingin mengajak para kiai sekalian untuk ikut memutakhirkan data, ini proses pemutakhiran data, kalau kiai punya santri, santri punya informasi, silakan dimasukkan ke sistem data yang kami punya,” ujar Gus Ipul dalam Dialog Kolaborasi Program Prioritas Presiden di Auditorium UIN Madura, Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (10/5/2026).

Kegiatan itu dihadiri oleh para pengasuh pondok pesantren dari empat kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Selain itu, hadir pula camat, lurah atau kepala desa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), operator data desa, hingga perwakilan lembaga kesejahteraan sosial.

Dalam arahannya, Gus Ipul menekankan bahwa data memiliki peran yang sangat krusial dalam penyelenggaraan program pemerintah. Oleh karena itu, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi langkah penting agar data yang digunakan akurat dan tepat sasaran.

“Alhamdulillah, Pamekasan termasuk kabupaten yang peduli terhadap data,” kata dia.

Gus Ipul menjelaskan, proses pemutakhiran data dapat dilakukan melalui dua jalur. Pertama, jalur formal yang dimulai dari RT/RW dan lurah atau kepala desa, kemudian dilanjutkan ke Dinas Sosial kabupaten/kota dan provinsi, hingga ditetapkan oleh kepala daerah. Kedua, jalur partisipasi yang dapat diakses oleh siapa pun melalui aplikasi Cek Bansos, pendamping, Command Center, maupun WhatsApp Center.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Sosial juga mengajak seluruh pengasuh pondok pesantren yang hadir untuk ikut mendampingi penyelenggaraan program Sekolah Rakyat, khususnya di Madura.

“Kami mohon doa restu untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Pulau Madura, kami mohon didampingi, kami mohon diberi saran, diberi kritik, diberi masukan,” ujar Gus Ipul.

Ia berharap para alim ulama dan kiai turut memperkuat pendidikan agama di Sekolah Rakyat dengan melibatkan ustaz atau pengajar agama dalam pembinaan karakter siswa.

“Ke depan saya ingin para kiai untuk bisa memperkuat di boarding school, boarding-nya ini pembinaan karakter, dan insya Allah secara bergantian mungkin ustaz-ustaz pendidik yang ditunjuk untuk bisa mengisi,” pungkas Gus Ipul.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar