JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tak tinggal diam. Mereka secara terbuka mengecam keras pelaporan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya. Bagi partai berlambang banteng itu, langkah pelaporan ini bukan sekadar aduan biasa, melainkan sebuah bentuk intimidasi yang menggerus kebebasan bersuara.
Pernyataan keras itu disampaikan langsung oleh politisi PDIP, Guntur Romli, kepada para wartawan pada Jumat (9/1/2026).
"Kami mengecam pelaporan Pandji ke Polda Metro Jaya karena bentuk intimidasi terhadap kebebasan bersuara," tegas Guntur.
Menurutnya, materi stand up comedy yang dibawakan Pandji semestinya jadi bahan introspeksi, bukan malah berujung ke ranah hukum. Pandji, ujar Guntur, hanyalah satu dari jutaan rakyat Indonesia yang punya hak menyampaikan pendapat tentang kondisi pemerintahan dan pelayanan publik.
"Kalau pun humor mau direspons, harusnya dengan humor. Stand up comedy dibalas dengan stand up comedy, bukan dengan pelaporan polisi," tambahnya dengan nada getir.
Di sisi lain, PDIP sama sekali tidak menemukan unsur penghinaan, penistaan, atau fitnah dalam materi komedi Pandji. Apa yang diungkapkan sang komika, kata Guntur, sebenarnya adalah keprihatinan umum yang kerap kita dengar dan baca di berbagai forum. Baik itu di media sosial, diskusi kampus, atau sekadar obrolan warung kopi.
Guntur juga menyoroti soal pelapor. Dia menyebut ada pencatutan nama ormas keagamaan terbesar, Nahdlatul Ulama (NU). Padahal, menurut pengurus PBNU, mereka tak mengenal kelompok bernama Angkatan Muda NU yang tercantum dalam laporan.
Sebelumnya, seperti diketahui, Pandji Pragiwaksono memang telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Laporan itu terkait dugaan pencemaran nama baik yang berawal dari materi stand up comedy-nya di acara Mens Rea. Materi itu dinilai menyinggung dan merugikan organisasi Islam besar di tanah air.
Laporan resmi itu dilayangkan oleh dua kelompok: Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah. Berkas aduannya sendiri sudah tercatat dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA per tanggal 8 Januari 2026.
Artikel Terkait
Lebih dari 120 Kapal Dicegat atau Dilumpuhkan Militer AS sejak Blokade Pelabuhan Iran
Arus Balik Libur Panjang, 78 Persen Penumpang Whoosh Padati Rute Bandung-Jakarta
Penjualan Mobil Nasional Melonjak 55 Persen pada April 2026, Gaikindo Optimistis Industri Otomotif Tumbuh Solid
Menkeu: Aturan DHE SDA Perkuat Likuiditas Bank Himbara, tapi Harga Saham Belum Bergerak