Hasilnya? Desa yang terisolasi itu akhirnya bisa kembali terjangkau.
Sementara dari Aceh, laporannya justru bertambah muram. Pemerintah provinsi setempat menyampaikan perkembangan terbaru yang memprihatinkan. Jika sebelumnya tercatat 13 desa hilang, angka itu kini melonjak menjadi 17.
Tito pun memberikan catatan terkait data tersebut. "Aceh menyampaikan juga ada gampong yang lain yang hilang. Tadinya 13, menjadi 17."
Namun begitu, dia mengingatkan bahwa tim masih perlu verifikasi lebih lanjut. "Ini akan kita cross check lagi apakah hilang betul karena terbawa banjir, longsor, ataukah terisolasi. Beda ya," ujarnya menekankan perbedaan antara 'hilang' dan 'terisolasi'.
Dari total 25 desa yang dinyatakan hilang itu, rinciannya adalah delapan desa di Sumatera Utara dan 17 desa lainnya di Aceh. Situasinya masih dinamis, dan angka-angka ini mungkin masih akan disempurnakan.
Artikel Terkait
Menteri ESDM: Kenaikan Harga Minyak ke USD100 Tak Perlebar Defisit APBN
Gapensi Desak Penyesuaian Harga Proyek Imbas Kenaikan Biaya Konstruksi
Menteri ESDM: Kenaikan Harga Minyak ke US$100 Tak Perlebar Defisit APBN
Seratus Personel Gabungan Basmi Ikan Sapu-sapu di Kali Cideng