BRI Ingatkan Nasabah: Waspada Modus Penipuan Kartu Kredit yang Makin Canggih

- Kamis, 08 Januari 2026 | 11:20 WIB
BRI Ingatkan Nasabah: Waspada Modus Penipuan Kartu Kredit yang Makin Canggih

Transaksi non-tunai memang praktis, tapi kita semua tahu risikonya juga makin berkembang. Itulah pesan inti yang disampaikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) belakangan ini. Bank pelat merah itu mengajak masyarakat untuk terus waspada, jangan sampai lengah dengan modus penipuan yang mengincar data pribadi dan perbankan, termasuk kartu kredit.

Menurut Corporate Secretary BRI, Dhanny, kesadaran kolektif adalah kunci. "Kartu kredit saat ini menjadi solusi transaksi yang praktis dan fleksibel, baik untuk kebutuhan pembayaran di merchant offline maupun online," ujarnya pada Kamis (8/1/2025).

"Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran nasabah dalam menjaga keamanan data pribadi dan kartu kredit agar terhindar dari risiko penyalahgunaan," tambah Dhanny.

Modusnya beragam. Mulai dari phishing, skimming, sampai social engineering. Intinya sama: mengelabui nasabah untuk mendapatkan data rahasia. Untuk itu, BRI menegaskan satu hal penting.

Bank ini tidak pernah meminta data rahasia seperti CVV atau OTP melalui telepon, SMS, atau email. Poin ini harus diingat betul. Jangan pernah sekalipun memberikan tiga digit angka di belakang kartu atau kode OTP kepada siapapun yang mengaku dari BRI.

Di sisi lain, BRI sendiri mengklaim terus memperkuat sistem keamanannya. Mereka punya beberapa lapisan. Misalnya, validasi data saat aktivasi kartu, notifikasi transaksi real-time ke email atau ponsel nasabah, dan penggunaan PIN untuk transaksi di mesin EDC. Belakangan, mereka juga sudah melengkapi kartu kreditnya dengan verifikasi PIN enam digit di merchant yang mendukung, sebagai tambahan perlindungan.

Lalu, apa yang harus dilakukan nasabah jika ada masalah? Langkahnya jelas. Segera hubungi Contact BRI 1500017 atau lewat aplikasi BRI Credit Card Mobile jika menemukan transaksi mencurigakan atau notifikasi aneh. Tindakan cepat penting, apalagi kalau kartu hilang atau ada potensi penyalahgunaan.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu memperbarui data pribadi. Ini hal sepele yang sering diabaikan, padahal krusial. Perubahan alamat rumah atau kantor, email, dan nomor handphone harus segera dilaporkan. Kenapa?

Data finansial terbaru, seperti slip gaji, diperlukan untuk pengajuan kenaikan limit. Alamat yang aktif penting untuk pengiriman tagihan atau kartu pengganti. Email dan nomor ponsel yang tepat adalah satu-satunya saluran untuk mendapatkan e-statement, notifikasi transaksi, dan yang paling kritis kode OTP.

Pada akhirnya, semua kembali ke tangan nasabah. Kartu kredit adalah alat yang bermanfaat jika digunakan dengan bijak. Bisa untuk mengatur pengeluaran, dapat promo, transaksi jadi gampang. Tapi, kewaspadaan adalah harga mati.

“Melalui pemanfaatan kartu kredit secara bijak, nasabah tidak hanya dapat menikmati kemudahan dan fleksibilitas bertransaksi, tetapi juga mengelola pengeluaran dengan lebih terencana,” kata Dhanny menutup penjelasannya.

Komitmen bank dalam memperkuat keamanan dan edukasi, ditambah kesadaran penuh dari nasabah, diharapkan bisa menciptakan ekosistem transaksi yang aman dan nyaman untuk semua.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar