Heboh di media sosial China, sebuah video pendek berhasil memaksa tutup salah satu gerai Chagee. Merek teh ternama asal Negeri Tirai Bambu itu mengambil langkah tegas setelah rekaman yang memperlihatkan cara tak lazim seorang staf menyiapkan minuman viral. Lokasinya di Zhangzhou, Provinsi Fujian.
Dalam video yang beredar luas itu, karyawan berseragam lengkap dengan apron dan masker bermerek Chagee terlihat jelas. Tapi, yang bikin geleng-geleng, dia sama sekali tidak pakai sarung tangan. Dengan tangan kosong, ia mengaduk-aduk minuman di dalam wadah. Bahkan, beberapa bahan diambil begitu saja dari atas meja konter sebelum dicampurkan.
Aksinya makin jadi sorotan. Saat menuangkan teh, tangannya masih terendam di dalam cairan, mirip orang sedang mencuci tangan. Tak lupa, ia juga memeras lemon langsung ke dalam gelas tentu saja, masih dengan tangan yang sama.
Setelah itu, ia menambahkan susu dan mengaduknya lagi. Semua dilakukan di depan kamera, seolah sedang membuat konten.
Menurut laporan Must Share News, viralnya video itu langsung dibalas Chagee dengan pernyataan resmi di Weibo. Perusahaan mengaku kaget dan geram. Mereka mengonfirmasi insiden itu memang terjadi di gerai Zhangzhou.
"Kami terkejut dan marah," tegas pernyataan Chagee.
Rupanya, sang karyawan yang diketahui bermarga Liu sengaja merekam aksinya sendiri. Alasannya, ingin ikut-ikutan tren "teh susu gaya India" yang sedang ramai di internet. Minuman yang dibuat pun cuma pakai sisa bahan menjelang tutup toko. Rekaman CCTV menunjukkan minuman itu langsung dibuang setelah syuting, tidak pernah sampai dijual.
Namun begitu, alasan itu tidak bisa membenarkan tindakannya. Chagee menilai aksi Liu telah melanggar komitmen perusahaan terhadap keamanan pangan, sekaligus merusak nilai-nilai merek yang selama ini dijaga.
Akibatnya, Liu dipecat. Bukan cuma dia, manajer toko dan supervisor regional juga kena imbas. Keduanya diturunkan jabatannya karena dianggap lalai mengawasi. Gerainya sendiri, yang terletak di Longwen Baolong Plaza, langsung distop operasinya. Ditutup tanpa batas waktu.
Di pintu gerai, sekarang terpampang pengumuman "ditutup sementara". Perusahaan bilang, gerai itu baru boleh buka lagi setelah melalui proses perbaikan dan pemeriksaan ketat. Mereka menegaskan, keamanan pangan adalah batas bawah yang sama sekali tak boleh dilanggar.
Di sisi lain, Chagee menyebut kejadian ini jadi peringatan keras. Mereka berjanji bakal memperbaiki sistem pelatihan dan pengawasan operasional ke depannya. Meski sudah terjadi, perusahaan tetap berterima kasih pada publik yang telah memberi perhatian. Bagi mereka, konsistensi dan kebersihan setiap cangkir teh yang dijual adalah harga mati.
Artikel Terkait
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh
Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Dua Pilot Selamat
TNI Bantah Sekolah di Ende Digusur untuk Bangun Koperasi, Beberkan Kronologi Kerusakan Bangunan