Riyadh - Situasi di Yaman berubah cepat. Pasukan pemerintah, yang didukung penuh oleh Arab Saudi, berhasil merebut kembali kendali atas dua provinsi penting: Hadhramaut dan Al Mahra. Wilayah-wilayah ini sebelumnya dikuasai kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC) yang punya dukungan dari Uni Emirat Arab. Ini perkembangan signifikan dalam konflik yang sudah berlarut-larut.
Menurut pernyataan Rashad Al Alimi, kepala pemerintahan Yaman yang diakui dunia internasional, operasi "Homeland Shield" berjalan sukses. Pasukannya berhasil mengambil alih semua posisi militer dan keamanan di kedua provinsi yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi itu. Tidak hanya itu, Pelabuhan Al Mukalla di Hadhramaut juga kini kembali di tangan pemerintah.
Seorang sumber pemerintah, ketika berbicara pada Al Jazeera, menyebut penguasaan ini hampir menyeluruh. Pasukan pemerintah diklaim menguasai semua distrik di Hadhramaut, provinsi terbesar Yaman.
Pernyataan serupa datang dari Mohammed Omar Suwailam, seorang pejabat di Al Mahra. Dia mengatakan sembilan distrik di provinsi itu sepenuhnya sudah dikuasai pasukan Homeland Shield.
Pertempuran sengit pun tak terhindarkan. Sejak Jumat lalu, korban di pihak STC dilaporkan cukup besar. Setidaknya 80 pejuangnya tewas, 152 lainnya luka-luka, dan 130 ditangkap. Seorang pejabat militer STC mengaku, mereka juga menghadapi serangan udara intensif dari jet-jet tempur Saudi yang membombardir sebuah kamp di Barshid, dekat Al Mukalla.
Artikel Terkait
Benteng Pendem Ambarawa: Kisah yang Kini Bisa Disambung Kembali
Setelah 29 Tahun, Kisah Cinta Ridwan Kamil dan Atalia Berakhir di Pengadilan Agama
Sekutu Trump Ancam Bunuh Khamenei di Tengah Gelombang Demo Iran
Suzuki Pastikan Suku Cadang Baleno Tetap Tersedia Meski Sudah Pensiun