BOGOR Suasana di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, terasa berbeda siang itu. Selasa (6/1/2026), Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk sebuah retreat. Ini sudah yang kedua kalinya. Agenda utamanya jelas: evaluasi kinerja setahun terakhir. Tapi Prabowo juga menyentuh soal lain, yaitu gejolak dunia yang tak menentu.
Dalam sambutannya, Presiden membuka dengan penjelasan mengapa memilih lokasi ini.
Alasannya, menurutnya, ada dua. Pertama, tentu untuk mengevaluasi capaian kerja selama setahun. Kedua, yang tak kalah penting, adalah memahami posisi bangsa Indonesia di tengah dinamika global yang terus bergolak. Situasi dunia, rupanya, jadi pertimbangan serius.
Di sisi lain, Prabowo tak lupa mengingatkan para menterinya untuk memandang ke depan. Langkah-langkah konkret dalam menjalankan program pemerintah harus jadi prioritas. Sebab, tantangan yang dihadapi bangsa ini tidaklah kecil.
Artikel Terkait
Aturan WFH ASN Berlaku, Kantor Imigrasi Tetap Buka Penuh
Survei BI: Keyakinan Konsumen Masih Optimis Meski IKK Maret 2026 Turun Tipis
SpaceX Catat Kerugian Rp85 Triliun di Tengah Persiapan IPO
Pemprov Kalteng Terapkan Sistem Kerja Fleksibel 4 Hari Kantor, 1 Hari WFH bagi ASN