Pasar motor listrik di Indonesia menghadapi tantangan serius sepanjang 2025. Hal ini diakui oleh Budi Setiyadi, Ketua Umum Asosiasi Kendaraan Motor Listrik Indonesia (Aismoli). Menurutnya, salah satu pemicu utama adalah ketiadaan insentif dari pemerintah.
Budi membuka suara dalam sebuah percakapan belum lama ini.
"Sepanjang tahun kemarin itu sampai sekitar 55 ribu unit, ada selisih sekitar 20 ribu unit lebih sedikit dibanding tahun 2024. Tidak bisa dibandingkan karena memang itu kan berkat bantuan (insentif) dari pemerintah,"
Meski begitu, dia menilai angka penjualan tahun lalu tetap impresif. Bagaimanapun, pasar roda dua bertenaga listrik itu harus bertahan tanpa bantuan stimulus. Aismoli sendiri memahami kalau pemerintah punya agenda lain yang lebih mendesak.
"Kita juga tahu bahwa negara sedang menyiapkan berbagai hal dan baru-baru ini juga terjadi bencana yang menimpa wilayah Sumatera dan sekitarnya. Jadi menurut kami memang pemerintah mungkin fokusnya sedang ke sana,"
Harapannya, pemerintah masih mau mempertimbangkan pemberian stimulus untuk sektor ini di tahun berjalan. Namun begitu, Budi punya usulan lain. Daripada insentif fiskal, kenapa tidak coba yang non-fiskal saja? Mirip dengan yang diterapkan untuk mobil listrik.
"Barangkali bisa bertahap pada beberapa wilayah kota, kawasan, atau provinsi membuat semacam aturan agar motor listrik bisa tumbuh. Mungkin bisa bebas ganjil genap, area (lalu lintas) atau tempat parkir khusus, atau insentif non-fiskal lainnya,"
Data yang berhasil dihimpun hingga 9 Desember 2025 menunjukkan angka penyaluran sebanyak 55.059 unit. Jelas ini turun drastis, tepatnya 28,5 persen, dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 77.078 unit.
Nah, kalau kita mundur sedikit, sebenarnya tren penjualan motor listrik dalam lima tahun terakhir cukup menggembirakan. Peningkatannya bertahap. Coba lihat: di tahun 2017, populasinya cuma 32 unit. Lalu melesat jadi 2.109 unit di 2020, dan melonjak lagi ke 10.546 unit setahun setelahnya.
Angka penjualan di tahun 2022 masih berkutat di belasan ribu, tepatnya 17.198 unit. Perubahan signifikan baru terjadi di 2023. Saat subsidi Rp 7 juta per unit mulai digulirkan, penjualan langsung meroket jadi 62.409 unit. Momentum itu berlanjut di 2024 dengan capaian 77.078 unit.
Dengan semua perjalanan itu, total populasi motor listrik di dalam negeri kini diperkirakan telah menyentuh angka 225.647 unit. Sayangnya, data ini tidak merinci apakah angkanya murni unit baru atau sudah termasuk hasil konversi dari motor konvensional.
Artikel Terkait
Lebih dari 4.200 WNI Korban Sindikat Scam Kamboja Ajukan Repatriasi di Awal 2026
Mahkamah Agung AS Batalkan Dasar Hukum Tarif Trump, Administrasi Miliki Empat Opsi Lain
Pendaftaran Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026 Dibuka, Berangkat 17 Maret dari Monas
Anggota DPR Kritik LPDP: Beasiswa Negara Dinilai Lebih Mudah Diakses Kalangan Mampu