Pasar motor listrik di Indonesia menghadapi tantangan serius sepanjang 2025. Hal ini diakui oleh Budi Setiyadi, Ketua Umum Asosiasi Kendaraan Motor Listrik Indonesia (Aismoli). Menurutnya, salah satu pemicu utama adalah ketiadaan insentif dari pemerintah.
Budi membuka suara dalam sebuah percakapan belum lama ini.
Meski begitu, dia menilai angka penjualan tahun lalu tetap impresif. Bagaimanapun, pasar roda dua bertenaga listrik itu harus bertahan tanpa bantuan stimulus. Aismoli sendiri memahami kalau pemerintah punya agenda lain yang lebih mendesak.
Harapannya, pemerintah masih mau mempertimbangkan pemberian stimulus untuk sektor ini di tahun berjalan. Namun begitu, Budi punya usulan lain. Daripada insentif fiskal, kenapa tidak coba yang non-fiskal saja? Mirip dengan yang diterapkan untuk mobil listrik.
Artikel Terkait
SKK Migas Targetkan Dua Pabrik LPG Baru Beroperasi April Ini
Pemerintah Bentuk Satgas dan Skema Pembelian untuk Berantas Pengeboran Minyak Ilegal
Kemenhub Siapkan Insentif dan Disinsentif untuk Kejar Target Zero Truk ODOL 2027
Pemerintah Gelontorkan Rp1,7 Triliun untuk Revitalisasi Tebu dan Perketat Impor Gula