Tiga dari Sepuluh Konsumen Sudah Siap Beralih ke Mobil Hybrid

- Selasa, 06 Januari 2026 | 06:36 WIB
Tiga dari Sepuluh Konsumen Sudah Siap Beralih ke Mobil Hybrid

Hasil polling terbaru menunjukkan, minat masyarakat terhadap mobil hybrid ternyata cukup besar. Dari 1.299 orang yang merespons, sekitar 401 responden atau 30,87% mengaku punya rencana nyata untuk membelinya. Polling ini digelar dari akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.

Nggak cuma itu, masih ada segmen lain yang sedang berpikir panjang. Sekitar 350 orang (26,94%) menyatakan mereka masih mempertimbangkan. Sisanya? Ya, mereka bilang belum tertarik sama sekali.

Fenomena ini sejalan dengan data penjualan yang terus merangkak naik. Menurut catatan Gaikindo, distribusi mobil hybrid dari pabrik ke diler (wholesales) pada November 2025 melonjak 19,4% dibanding bulan sebelumnya. Tren positif ini sudah berlangsung cukup lama.

Kalau diakumulasi, periode Januari-November 2025 saja sudah terjual 57.311 unit. Angka ini tumbuh 6% ketimbang periode sama tahun 2024 yang sebesar 54.044 unit. Jadi, lonjakannya memang konsisten.

Menurut pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu, situasi ini menggambarkan pilihan yang realistis di teng euforia mobil listrik penuh.

"Ini cerminan peralihan sebagian segmen middle class yang sudah biasa pakai mobil konvensional, tapi masih ragu pindah ke full EV," ujarnya.

"Mereka melihat hybrid sebagai solusi transisi yang aman. Risetonya minim, terutama soal keterbatasan infrastruktur pengisian daya di tempat umum," lanjut Yannes.

Di sisi lain, makin banyaknya model dan variasi harga turut mendongkrak animo. Konsumen sekarang tampaknya mulai menginginkan sesuatu yang baru, teknologi yang lebih inovatif dibanding mobil biasa. Intinya, hybrid dinilai efisien dan punya risiko lebih rendah.

"Teknologi bauran bensin-listrik ini memang masuk akal," tambah Yannes.

"Bahan bakarnya jauh lebih irit dari mobil bensin biasa. Dan yang penting, enggak ada rasa khawatir kehabisan daya di jalan karena tetap bisa isi bensin di mana saja."

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar