Komarudin menegaskan, sistem ini sifatnya impersonal dan adil. Kamera ETLE tak pandang bulu.
Nah, kalau dirinci berdasarkan jenis kendaraannya, ada hal menarik. Jumlah kendaraan yang melanggar secara keseluruhan memang naik tipis, sekitar 3 persen, menjadi 186.855 unit. Namun, di sisi lain, pelanggaran yang dilakukan kendaraan penumpang justru anjlok 29 persen, menjadi 102.113 kendaraan. Angka ini jauh lebih rendah ketimbang 2024 yang mencapai 143.544 unit.
Harapannya jelas. Komarudin berharap ETLE bisa membangun budaya tertib berlalu lintas di Jakarta. Untuk mendukung itu, upaya penambahan infrastruktur akan digencarkan tahun ini.
Jadi, ruang gerak para pelanggar di ibu kota dipastikan akan makin sempit. Mata elektronik itu terus bertambah, mengawasi setiap sudut jalan.
Artikel Terkait
Bank Dunia Proyeksikan Pertumbuhan Vietnam dan Thailand Anjlok Imbas Konflik Timur Tengah
Wagub Rano Karno Tegaskan Halal Bihalal Jakarta Milik Semua Warga
Stasiun JIS Ditargetkan Beroperasi Juni 2026, Dukung Tren Kenaikan Penumpang KRL
NASA Gandeng Swasta Genjot Misi Pendaratan Berawak di Bulan 2028