DEPOK - Sebuah insiden penganiayaan di kawasan Tapos, Depok, menewaskan satu orang dan melukai seorang lainnya. Yang mengejutkan, pelaku diduga adalah seorang oknum anggota TNI AL.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksma Tunggul, membenarkan hal itu. Menurutnya, terduga pelaku berinisial M dan berpangkat Sersan Dua.
“Bahwa benar salah satu dari terduga pelaku adalah oknum anggota TNI AL atas nama Serda M,” kata Tunggul, Sabtu (3/1/2026).
Dia memastikan Serda M sudah ditahan. Proses hukum pun sudah bergulir. Polisi Militer Kodaeral III telah menerima limpahan berkas dari Polsek Cimanggis dan kini memeriksa sang oknum secara intensif.
Di sisi lain, suasana duka masih menyelimuti keluarga korban. Atas nama institusinya, Tunggul menyampaikan belasungkawa yang mendalam.
“TNI AL menyayangkan terjadinya insiden ini,” ujarnya. “Kami tegaskan proses hukum akan berjalan transparan dan profesional. Kasus ini akan kami awal hingga tuntas.”
Lantas, bagaimana kronologi awalnya? Menurut penjelasan Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, informasi pertama diterima Polsek Cimanggis tentang dua pria yang dianiaya.
Keduanya ditemukan di dalam sebuah mobil boks. Waktunya Jumat dini hari tadi, sekitar pukul 04.30 WIB. Kondisi mereka parah.
“Korban langsung dibawa ke RS Brimob,” jelas Made Budi. “Sayangnya, setelah dirawat, satu korban meninggal. Satunya lagi selamat dan masih harus menjalani perawatan lebih lanjut.”
Insiden ini tentu mencoreng nama baik institusi. Namun, langkah cepat TNI AL menahan oknumnya memberi sinyal bahwa mereka tak mau berkompromi dengan pelanggaran. Masyarakat kini menunggu, bagaimana proses hukum militer berikutnya akan dijalankan.
Artikel Terkait
Tiket Mudik Lebaran 2026 Ludes 1,62 Juta, Okupansi Kereta Capai 42%
Indonesia dan Negara Arab Kecam Keras Pernyataan Dubes AS soal Hak Israel Kuasai Timur Tengah
HIMKI Dorong Pemerintah Perjuangkan Tarif Nol Persen untuk Ekspor Mebel ke AS
KPAI Desak Perlindungan Keluarga Korban Dugaan Penganiayaan oleh Brimob di Maluku