Sebenarnya, ancaman terhadap Venezuela ini bukan hal baru. Sejak akhir tahun lalu, armada laut AS sudah berjaga-jaga di perairan dekat Venezuela. Alasan yang dikemukakan Trump waktu itu adalah untuk memerangi penyelundupan narkoba dan minyak yang disanksi. Bahkan, ancaman invasi darat pernah dilontarkan, disertai desakan agar Maduro mundur dari kursi kepresidenan.
Menariknya, hubungan AS-Iran sendiri sedang tidak baik-baik saja. Pertengahan tahun lalu, AS pernah menyerang fasilitas nuklir Iran. Belum lama ini, Trump kembali mengeluarkan ancaman, kali ini soal kemungkinan intervensi jika aparat Iran bertindak keras membubarkan demonstrasi besar-besaran yang terjadi di sana.
Jadi, kecaman Iran kali ini mungkin tak bisa dilepaskan dari konteks ketegangan yang lebih luas. Mereka melihat pola agresi yang sama, dan jelas tidak menyukainya.
Artikel Terkait
Kemenhub Siapkan Insentif dan Disinsentif untuk Kejar Target Zero Truk ODOL 2027
Pemerintah Gelontorkan Rp1,7 Triliun untuk Revitalisasi Tebu dan Perketat Impor Gula
Pemerintah Fokuskan Distribusi Motor Listrik untuk Dukung Program Gizi di Daerah Terpencil
Pemerintah dan Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman dan Biaya Turun Rp2 Juta