Sebenarnya, ancaman terhadap Venezuela ini bukan hal baru. Sejak akhir tahun lalu, armada laut AS sudah berjaga-jaga di perairan dekat Venezuela. Alasan yang dikemukakan Trump waktu itu adalah untuk memerangi penyelundupan narkoba dan minyak yang disanksi. Bahkan, ancaman invasi darat pernah dilontarkan, disertai desakan agar Maduro mundur dari kursi kepresidenan.
Menariknya, hubungan AS-Iran sendiri sedang tidak baik-baik saja. Pertengahan tahun lalu, AS pernah menyerang fasilitas nuklir Iran. Belum lama ini, Trump kembali mengeluarkan ancaman, kali ini soal kemungkinan intervensi jika aparat Iran bertindak keras membubarkan demonstrasi besar-besaran yang terjadi di sana.
Jadi, kecaman Iran kali ini mungkin tak bisa dilepaskan dari konteks ketegangan yang lebih luas. Mereka melihat pola agresi yang sama, dan jelas tidak menyukainya.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Swasembada Beras, Fokus Beralih ke Jagung dan Telur
Huntara Aceh Tamiang Capai 75 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Pekan
Indonesia Amankan Hotel dan Lahan Strategis di Mekkah untuk Kampung Haji
Cak Imin Anggap Candaan Prabowo Soal PKB Tak Perlu Dibesar-besarkan