Maraknya kasus WNI yang terjebak sindikat scam di Kamboja, bahkan sampai jadi admin judi online, akhirnya mendapat respons langsung dari Duta Besar Indonesia di sana, Santo Darmosumarto. Ia tak mau tinggal diam melihat warganya jadi korban.
Intinya, Santo mengingatkan kita semua untuk waspada. Banyak tawaran kerja di luar negeri yang menggiurkan, janjinya gaji gede, kerjaannya ringan, dan syaratnya cuma modal nekat. "Hati-hati," pesannya. Jangan sampai tergiur sebelum benar-benar mengecek kebenarannya.
Saat dihubungi Minggu lalu, Santo menegaskan komitmen kedutaan.
"KBRI Phnom Penh akan terus tingkatkan kerja sama dengan Polri dalam penanganan kasus-kasus WNI bermasalah, termasuk yang terlibat dalam sindikat penipuan daring (online scam)," ujarnya.
Di sisi lain, upaya pencegahan juga digenjot lewat edukasi ke masyarakat. Kedutaan terus menyuarakan imbauan yang sama: jangan mudah terbuai.
"Di saat yang sama, KBRI terus mengimbau agar masyarakat Indonesia hati-hati dan tidak mudah terbuai tawaran kerja di luar negeri dengan iming-iming gaji besar, pekerjaan mudah, dan minim persyaratan," kata Santo menambahkan.
Lonjakan Kasus yang Mengkhawatirkan
Angkanya sendiri cukup mencengangkan. Dari Januari sampai September tahun ini saja, KBRI Phnom Penh sudah menangani 4.030 kasus WNI bermasalah. Bayangkan, itu naik 73 persen dibanding periode sama tahun lalu. Dan mayoritasnya, lebih dari 82 persen tepatnya, berkutat di masalah penipuan daring.
"Yang turut menjadi perhatian adalah bahwa dari 4.030 kasus tersebut, 3323 menyangkut WNI yang terkait dengan sindikat penipuan daring atau online scam," ungkapnya. "Dan ini merupakan peningkatan sebesar 86% dibandingkan periode yang sama tahun lalu."
Jadi, bukan cuma total kasus yang naik, tapi kasus spesifik scam online ini melonjak lebih tinggi lagi. Situasi yang jelas butuh perhatian serius.
Meski dibayangi tren peningkatan yang pesat, Santo menegaskan komitmen pelayanan tidak akan kendur. Kedutaan besar tetap akan jadi garda terdepan untuk perlindungan WNI.
"Namun demikian, bagaimanapun juga KBRI Phnom Penh akan terus memberikan pelayanan kepada warga negara Indonesia yang perlukan fasilitas kekonsuleran dan pelindungan," tutupnya.
Pesan akhirnya jelas: kedutaan siap membantu, tapi kewaspadaan dari diri sendiri tetap yang utama.
Artikel Terkait
Prabowo Perintahkan Percepatan Teknologi Olah Sampah Skala Mikro
Dua Pilot Tewas Ditembak KKB Usai Pesawat Mendarat di Bandara Korowai
Menkes Tegaskan Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien PBI JK Nonaktif
Pandji Pragiwaksono Tuntaskan Kasus Adat di Toraja dengan Denda Babi dan Ayam