Eggi Sudjana Terserang Penyakit, Sutoyo Abadi: Takut Penjara dan Cinta Dunia Al-Wahn
Sutoyo Abadi punya pandangan keras soal sikap Eggi Sudjana belakangan ini. Menurutnya, kondisi Eggi mirip dengan gambaran dalam QS. Al-Baqarah ayat 45. Ayat itu intinya mengecam orang yang menyuruh orang lain berbuat baik, tapi lupa pada dirinya sendiri. "Mengapa kamu suruh orang lain mengerjakan kebaktian, sedang kamu melupakan diri sendiri?" begitu kira-kira terjemahannya. Sutoyo menyitir ayat itu pada 17 Januari 2026.
Nah, makna ayat itu sendiri dijelaskan beragam oleh ulama tafsir. Mulai dari Tafsir Al-Muyassar, Ibnu Katsir, sampai As-Sa'di. Inti peringatan Allah itu sama: betapa buruknya keadaan ketika seseorang mendakwahi orang lain berbuat baik, sementara dia sendiri justru lalai. Atau bahkan tidak menyadari keburukan perbuatannya sendiri.
Di sisi lain, Sutoyo juga mengajak kita bercermin pada sejarah. Dia menyebut nama Christiaan Snouck Hurgronje, orientalis Belanda yang terkenal itu. Setelah belajar di Makkah dengan samaran Abdul Ghofar, dia bekerja untuk pemerintah Hindia Belanda. Tugasnya? Merancang kebijakan untuk melemahkan perlawanan Islam di Indonesia. Sebuah penyamaran yang punya agenda terselubung.
Lalu, apa kaitannya dengan Eggi Sudjana?
"Jumat lalu, 16 Januari 2026, Bung Eggi akhirnya memenuhi janjinya untuk klarifikasi," kata Sutoyo Abadi.
Klarifikasi itu terkait kunjungannya ke rumah Jokowi pada Kamis, 8 Januari 2026. Tapi bagi Sutoyo, klarifikasi itu justru memantik perdebatan luas soal integritas Eggi. Banyak yang menilai terjadi semacam 'split personality' atau kepribadian ganda. Eggi dianggap sudah tidak bisa lagi membedakan mana yang hak, mana yang batil.
"Agak miris sebenarnya," tambah Sutoyo menegaskan.
Dia melihat klarifikasi yang tanpa nama dan tanggal itu justru terkesan menjual ayat-ayat Al-Qur'an. Hanya untuk pembenaran belaka, untuk membela kekeliruan yang dia lakukan sendiri.
Pertanyaannya sekarang: apakah yang dilakukan Eggi ini identik dengan peringatan Allah dalam ayat tadi? Atau mirip dengan cara-cara Snouck Hurgronje yang penuh kamuflase? Hanya Eggi Sudjana yang tahu isi hati dan niatnya yang sebenarnya. Kita di luar hanya bisa melihat dari yang tampak.
"Secara lahiriah, Eggi Sudjana seperti sedang terserang penyakit. Takut mati dan cinta dunia yang berlebihan," tegas Sutoyo.
Dalam Islam, kondisi seperti itu dikenal sebagai Al-Wahn.
Sebagai sesama muslim, Sutoyo merasa perlu mengingatkan. "Sebaiknya Eggi Sudjana berhati-hati. Bahkan lebih baik berhenti menggunakan ayat Al-Qur'an kalau ilmu untuk memaknainya masih terbatas. Apalagi jika cuma sekadar tahu arti harfiahnya, tanpa paham konteks turunnya ayat (ashabul nuzul)," ungkapnya.
Memang, kalau kita lihat belantara politik Indonesia sekarang, penyakit semacam ini sepertinya jadi wabah. Banyak pejabat negara yang seolah terserang 'demam' uang dari kaum kapitalis hitam. Situasi ini membahayakan keutuhan NKRI, karena penyelenggara negara bisa dibeli dan lupa pada amanahnya. Mereka lupa tugas utama mereka: menjaga kedaulatan negara.
Artikel Terkait
Bayern Munich Balas Gol Cepat Stuttgart dengan Amukan Tiga Gol
Menantu Tewaskan Mertua dengan Golok di Lampung Selatan
Rabiot Pecah Kebuntuan, AC Milan Bungkam Verona 1-0
Mentan Ajak Wisudawan ITS Jadi Motor Inovasi Pertanian Hadapi Krisis Global