Cerita dari lapangan datang dari José Raymundo Díaz Taboada, seorang dokter dan aktivis HAM yang tinggal di perbukitan sekitar Acapulco. Ia menggambarkan momen sebelum gempa dengan jelas.
“Saya mendengar suara gemuruh yang keras sekali. Lalu, semua anjing di sekitar sini mulai menggonggong tak karuan,” kenangnya.
“Persis di saat itu, peringatan di ponsel saya berbunyi. Tak lama kemudian, guncangan datang. Kuat, dan diiringi banyak suara dari sekeliling.”
Meski begitu, Díaz Taboada menilai guncangan kali ini lebih ringan dibanding gempa-gempa sebelumnya yang pernah ia alami. Ia sudah menyiapkan tas berisi barang penting, siaga untuk evakuasi jika gempa susulan memburuk. Sayangnya, ia kesulitan menghubungi sejumlah kawannya yang tinggal di wilayah pesisir tenggara Acapulco karena jaringan komunikasi putus.
Di sisi lain, Badan Survei Geologi AS mencatat gempa ini berkedalaman sekitar 35 kilometer. Lokasi pusatnya di pegunungan, kurang lebih 57 mil arah timur laut dari Acapulco.
Artikel Terkait
Arus Balik Jabotabek Tembus 2,3 Juta Kendaraan di Awal 2026
Toyoda Kembali ke F1: Gazoo Racing Resmi Genggam Haas Mulai 2026
Harga Emas Antam Anjlok Rp16.000 per Gram di Awal Tahun
Agam Waspada: Longsor Susulan Mengintai Pasca Banjir Bandang