Kota-kota kita semakin sesak, bukan cuma oleh kendaraan, tapi oleh ambisi dan waktu yang terus dikejar. Dalam keriuhan ini, apa sih arti "mewah" yang sebenarnya? Tampaknya, kemewahan lama kilau krom, raungan mesin, angka-angka spek yang dipamerkan sudah tak cukup lagi.
Di sisi lain, hadirlah era kendaraan listrik. Dan di tengah perubahan besar itu, DENZA D9 muncul dengan filosofi "Redefined Elegance". Mobil ini seperti ingin menafsir ulang apa itu mobil mewah untuk zaman sekarang.
Sejak diluncurkan di Indonesia awal tahun 2025 lalu, D9 langsung menarik perhatian. Pencapaiannya? Lebih dari 7.000 unit terjual tahun ini. Angka yang cukup solid, sekaligus menancapkan patok baru di segmen MPV listrik premium kategori yang sebelumnya boleh dibilang sepi pemain.
Tapi jangan hanya lihat dari angka penjualannya. Cerita sebenarnya ada pada alasan orang memilihnya. Ini soal kemewahan yang ditawarkan dari berbagai sisi, sebuah pendekatan yang lebih holistik.
Kemewahan yang Menyeluruh, Bukan Cuma Sampul
Desain DENZA D9 tidak agresif. Garis bodinya mengalir tenang, sederhana namun tetap punya karakter. Di depan, Motion Front Grill jadi simbol presisi. Sementara lampu belakangnya, Arrow Tail Light, memberikan identitas visual yang kuat saat gelap datang.
Begitu masuk kabin, suasana berubah. Rasanya lapang sekali. Interiornya dirancang mirip ruang eksklusif yang bisa bergerak. Kulit premium menyelimuti kursi, semua pengaturannya elektrik.
Kursi baris kedua bahkan dilengkapi pijat dan sandaran kaki elektrik. Ada juga meja lipat multifungsi bukan sekadar gimmick, tapi benar-benar berguna untuk gaya hidup serba cepat sekarang.
Yang menarik, D9 mengusung tata letak "777". Filosofinya sederhana: kemewahan bukan hak eksklusif satu orang saja. Tujuh penumpang dewasa, tujuh koper, tujuh tas kecil; semuanya dapat tempat yang layak.
Teknologi yang Bekerja dengan Senyap
Di balik ketenangannya, D9 punya segudang teknologi canggih. Layar utama 15,6 inci jadi pusat kendali, dilengkapi sistem DiLink. Ada juga panel instrumen digital dan layar LCD di sandaran tangan baris kedua. Semua terhubung dengan intuitif. Penumpang bisa atur kursi, pencahayaan, suhu AC, hingga sunroof, cukup dari tempat duduknya.
Soal tenaga, DENZA D9 mengandalkan BYD Blade Battery berkapasitas 103 kWh. Klaim jarak tempuhnya bisa sampai 600 kilometer. Dengan fast charging 166 kW, baterai bisa terisi untuk jarak 150 km hanya dalam 10 menit. Cukup untuk secangkir kopi singkat.
Artikel Terkait
Agam Waspada: Longsor Susulan Mengintai Pasca Banjir Bandang
Mulai 2026, Uji Berkala Kendaraan Bakal Pakai Sistem Baru yang Lebih Ketat
Tesla Tersalip BYD, Masa Depan Elon Musk Kini Bergantung pada Robotaxi
Souza Tak Pusing Laga Persija Cuma Tayang Streaming, Fokusnya Penuhi SUGBK