Di timur Indonesia, tepatnya di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, bencana datang dalam dua bentuk: banjir dan tanah longsor. Akibatnya, 75 keluarga terpaksa mengungsi. Dan ancaman belum berakhir.
Sementara untuk kejadian-kejadian sebelumnya, proses penanganan masih berjalan intensif. Ambil contoh di Aceh. Pasca banjir dan longsor di Kabupaten Bener Meriah yang merenggut banyak korban jiwa dan merusak infrastruktur berat, akses jalan ratusan ruas masih terputus. Pemerintah daerah setempat memutuskan memperpanjang status tanggap darurat, didampingi tim gabungan dari BNPB.
Wilayah lain di Aceh seperti Aceh Selatan, Gayo Lues, hingga Aceh Utara juga mengalami nasib serupa. Fokus utamanya sekarang adalah evakuasi, pembersihan, membuka akses jalan, sampai mendirikan hunian sementara dan menyalurkan bantuan.
Di Sumatera Utara, meski akses jalan yang terisolasi berhasil dibuka, trauma banjir bandang dan tanah longsor masih membekas. Bencana itu telah menewaskan sejumlah warga dan mengusir ribuan lainnya dari rumah mereka.
Menghadapi puncak musim hujan seperti sekarang, Aam mengingatkan semua pihak untuk tetap siaga. Potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, longsor, dan angin kencang masih sangat besar.
Upaya penanganan di semua lokasi bencana sendiri masih terus digenjot. BNPB bersama pemda, kementerian terkait, TNI, Polri, dan relawan bergerak untuk pemulihan.
Artikel Terkait
Hunian Sementara Berdiri Cepat di Aceh Tamiang, Dukung Korban Bencana
2026: Tahun Pesta Sepak Bola Wanita dari Asia hingga Panggung Dunia
Manufaktur Pacu Ekonomi Singapura Tumbuh 5,7% di Akhir 2025
Starlink Turunkan Ribuan Satelit Demi Hindari Tabrakan di Orbit