Prabowo menegaskan, inti dari turun ke lokasi adalah identifikasi masalah secara langsung. Dengan begitu, proses penanganan bisa berjalan lebih lancar dan cepat. “Saya datang bertemu gubernur, gubernur sampaikan kita butuh ini itu, ada usul ini, saya tahu. Langsung kita cek, ya jadi ini ya mudah-mudahan saya percaya dengan bukti,” jelasnya.
Namun begitu, di sisi lain, Prabowo juga punya pesan khusus untuk para pembantunya. Ia meminta mereka untuk tetap tegar. Dunia politik tak pernah sepi dari hujatan, bahkan fitnah. Itu semua, kata dia, jangan sampai mematahkan semangat.
“Saya sampaikan ke saudara-saudara pimpinan, menteri, kepala badan, gubernur, semua, salah satu kewajiban seorang pemimpin siap untuk dihujat, siap untuk difitnah. Tapi kita tak boleh kita terpengaruh dan tak boleh kita patah semangat, semua itu kita terima sebagai koreksi juga, enggak apa-apa, meskipun itu fitnah,” tegas Presiden.
Pesan itu disampaikannya bukan tanpa alasan. Ia ingin para pejabatnya fokus pada pekerjaan, pada bukti nyata di lapangan, sambil tetap membuka telinga meski kadang suara yang datang terdengar keras dan tidak selalu enak didengar.
Artikel Terkait
Korban Tewas Banjir-Longsor Sumatera Tembus 1.157 Jiwa, 165 Masih Hilang
BRI Pacu Transformasi, Sasarkan Take-Off pada 2026
PSSI Siap Resmikan John Herdman, Pacu Proyek Naturalisasi Pascal Struijk
Ragunan Diprediksi Dikunjungi 100 Ribu Orang di Puncak Liburan