Gambaran serupa terlihat jelas di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Pada puncak arus mudik balik tanggal 28 Desember, bandara itu mencatat 82.445 penumpang. Angka itu naik 12 persen dari hari yang sama tahun lalu. Namun begitu, kenaikan ini didorong hampir seluruhnya oleh penerbangan internasional. Sementara penumpang domestik? Tidak ada lonjakan yang berarti.
Lalu, apakah masalahnya pada ketersediaan kursi? Menurut Kemenhub, tidak juga. Tingkat keterisian pesawat atau load factor periode 18-30 Desember tercatat 70,59 persen. Artinya, masih ada sisa sekitar 21.180 kursi kosong yang menganggur. Soal penerbangan tambahan atau extra flight, hingga 30 Desember sudah digunakan 294 dari total 329 yang direncanakan. Secara nasional, dari 1.120 extra flight yang disetujui untuk Nataru, baru 799 yang benar-benar terbang. Rinciannya, 788 untuk domestik dan cuma 11 untuk internasional.
Meski data domestik tampak lesu, Lukman menegaskan gambaran besar industri penerbangan nasional masih tumbuh, tipis memang. Jika digabung dengan kinerja rute internasional yang cemerlang, total penerbangan hingga 30 Desember naik 0,9 persen. Jumlah penumpangnya juga bertambah 0,7 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Jadi, ceritanya tahun ini memang lain. Orang-orang sepertinya lebih memilih menghabiskan uang dan waktu liburannya ke destinasi di luar negeri.
Artikel Terkait
PSSI Siap Resmikan John Herdman, Pacu Proyek Naturalisasi Pascal Struijk
Ragunan Diprediksi Dikunjungi 100 Ribu Orang di Puncak Liburan
Prabowo Tanggapi Kritik Nyinyir: Pemimpin Harus Siap Dihujat, Tapi Fokus Tetap ke Rakyat
Sedan Ringsek Ditabrak Bus Transjakarta di Bundaran HI