Menhub Dorong Pelindo Bentuk Perusahaan Khusus untuk Pelabuhan Penumpang

- Kamis, 01 Januari 2026 | 13:15 WIB
Menhub Dorong Pelindo Bentuk Perusahaan Khusus untuk Pelabuhan Penumpang

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi punya ide baru. Ia mendorong PT Pelindo untuk membentuk anak perusahaan khusus, yang fokusnya cuma satu: mengelola pelabuhan penumpang. Langkah ini dianggap penting, lho. Selama ini, perhatian Pelindo memang lebih banyak tercurah ke angkutan barang. Sementara layanan untuk penumpang, rasanya masih sekadar pelengkap.

Menurut Dudy, kondisi itu kurang ideal. Pelabuhan penumpang punya karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Butuh standar layanan tersendiri, tidak bisa disamakan begitu saja dengan terminal barang. Ia melihat ada model yang bisa dijadikan contoh: Angkasa Pura.

"Nanti saya juga akan sampaikan, kalau perlu di-split. Kalau Angkasa Pura kan punya, ada perusahaannya mereka yang khusus menangani mengenai services,"

ujar Menhub dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu kemarin.

Intinya, dengan pemisahan ini, pengelolaan diharapkan bisa lebih profesional. Bukan cuma soal efisiensi, tapi juga kenyamanan dan keselamatan penumpang yang harus jadi prioritas utama. Harapannya jelas: layanan menjadi lebih terarah dan berkualitas.

Di sisi lain, urgensi perbaikan ini sebenarnya sudah lama terasa di lapangan. Sebelumnya, Nuraini Dessy, Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni, sudah menyoroti masalah fasilitas keamanan di pelabuhan.

"Kita itu pelabuhan belum tertutup semuanya. Rata-rata bisa dibilang steril yang dikelola BUP itu baru 17 persen, namun yang lain masih terbuka,"

keluhnya dalam sebuah media briefing di Jakarta.

Angka itu cukup mencengangkan. Hanya 17 persen pelabuhan yang punya fasilitas penyaringan penumpang. Sisanya, sekitar 83 persen, bersifat terbuka. Akibatnya, masalah seperti calon penumpang tanpa tiket yang masuk kapal jadi hal yang biasa. Situasi ini tentu saja mengganggu, baik dari sisi keamanan maupun kenyamanan perjalanan.

Nah, dengan wacana pembentukan anak usaha khusus tadi, masalah-masalah klasik seperti itu diharapkan bisa ditangani lebih serius. Soalnya, nanti ada tim yang benar-benar fokus, setiap hari, memikirkan bagaimana caranya melayani penumpang dengan lebih baik. Bukan lagi jadi bagian sampingan dari bisnis logistik yang besar.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar