Laporan arus mudik Nataru tahun ini sudah keluar. PT Jasa Marga mencatat, ada lebih dari 2 juta kendaraan yang meninggalkan Jabotabek selama periode puncak. Tepatnya, angka itu mencapai 2.033.696 kendaraan.
Itu artinya, terjadi lonjakan lalu lintas sekitar 8,36% dibanding kondisi normal. Periode penghitungannya adalah dari tanggal 18 hingga 31 Desember 2025.
Nah, angka kumulatif itu didapat dari pantauan di empat gerbang tol utama. Keempatnya adalah GT Cikupa yang mengarah ke Merak, GT Ciawi menuju Puncak, lalu GT Cikampek Utama untuk arus ke Trans Jawa, dan terakhir GT Kalihurip Utama ke arah Bandung.
Di sisi lain, Jasa Marga tak henti-hentinya mengingatkan soal keselamatan. Mereka secara khusus menyoroti cuaca yang belakangan ini kerap hujan.
"Seluruh pengguna jalan tol untuk selalu berhati-hati dalam berkendara dengan tetap menjaga jarak aman, khususnya saat kondisi hujan yang dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan," tegas pernyataan resmi mereka, Kamis (1/1/2026).
Imbauan lain juga disampaikan. Perusahaan BUMN itu meminta para pemudik agar benar-benar mempersiapkan perjalanan. Rencanakan dengan matang, dan manfaatkan info lalu lintas real-time lewat aplikasi Travoy.
Sebelum masuk jalan tol, pastikan semuanya siap. Kendaraan harus prima, pengendaranya juga fit. Isi bensin sampai penuh, cek lagi saldo e-toll. Yang nggak kalah penting, gunakan waktu istirahat di rest area dengan bijak. Dan patuhi semua rambu serta arahan petugas di lapangan.
Begitulah situasi arus mudik tahun ini. Ramai, tapi diharapkan tetap aman sampai tujuan.
Artikel Terkait
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng ke 33,2 Juta Penerima Jelang Ramadan 2026
Saint Kitts dan Nevis Datangkan Pelatih Baru, Tantangan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Pesawat Hibah Garuda Diresmikan di Aceh untuk Simulasi Manasik Haji
Pendapatan Anthropic di India Melonjak Dua Kali Lipat dalam Empat Bulan