Kakorlantas Berang: Kalau Masih Ada Pungli, Silakan Diblender!

- Rabu, 31 Desember 2025 | 12:05 WIB
Kakorlantas Berang: Kalau Masih Ada Pungli, Silakan Diblender!
Peringatan Tegas Kakorlantas Soal Pungli

Di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, suasana terasa tegas saat Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan paparan akhir tahun. Kakorlantas Polri itu tak main-main. Masih ada saja, katanya, anggota yang main kotor dalam pelayanan, terutama di lalu lintas. Sanksi tegas sudah menunggu.

Agus mengawali dengan evaluasi kinerja. Ia mengakui, meski SOP sudah tertata rapi di atas kertas, pelaksanaannya di lapangan masih jauh dari sempurna. "Kondisinya belum sepenuhnya adaptif dan responsif," ujarnya. Intinya, praktek buruk seperti pungli dan percaloan masih terus ditemukan. Itu fakta yang tak bisa disangkal.

Namun begitu, semangat untuk berubah harus terus digelorakan. Dari budaya "dilayani" menjadi "melayani".

"Masih juga ditemukan transaksional, pungli, percaloan, dan lain sebagainya. Tetapi dengan semangat dan berubah kultur dilayani dan menjadi melayani," tegas Agus di Gedung Utama Mabes Polri, Selasa (30/12/2025) lalu.

Pesan untuk seluruh jajarannya jelas: hentikan. Hentikan perbuatan tercela itu. Anggota Polri harus hadir untuk melayani masyarakat, bukan untuk berlaku arogan atau mencari keuntungan pribadi. Agus memastikan instruksi ini sudah ditegaskan sampai ke tingkat wilayah. Tidak ada lagi ruang untuk pelayanan yang transaksional.

Dan bagi yang bandel? Hukumannya tak akan ringan. Agus bahkan mengutip perkataan Komjen Fadil Imran dengan nada tegas.

"Kalau saya boleh mengambil kata-kata Pak Astamaops (Komjen Fadil Imran) 'kalau masih ada, silakan diblender'. Itu sudah berani seperti itu, Pak," tegasnya.

Di sisi lain, di balik ancaman tegas itu, ada pesan humanis yang coba ditekankan. Agus kembali mengingatkan bahwa pendekatan kepada masyarakat haruslah mengedepankan sisi kemanusiaan.

"Paling terpenting adalah pendekatan humanis," pungkasnya.

Jadi, pesannya dua sisi. Tegas dan tanpa kompromi pada pelaku pelanggaran, tetapi lembut dan melayani bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan. Itulah harapan yang digantungkan pada reformasi internal di tubuh Korps Lalu Lintas Polri.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar