Di sisi lain, dominasi Taiwan dalam industri ini nyaris tak terbantahkan. Lebih dari setengah pasokan semikonduktor dunia berasal dari sana. Bahkan, hampir semua chip paling mutakhir yang jadi tulang punggung perkembangan AI diproduksi di pulau tersebut.
Gelombang investasi AI yang masif beberapa tahun terakhir jelas menguntungkan TSMC. Baik Nvidia maupun Apple disebut-sebut telah menggelontorkan miliaran dolar untuk chip, server, dan pusat data. Tren pengeluaran global untuk teknologi kecerdasan buatan ini diprediksi akan terus melesat.
Perusahaan riset Gartner memperkirakan angka itu bisa mencapai sekitar 1,5 triliun dolar AS pada 2025. Bahkan, tahun depannya diproyeksikan tembus 2 triliun dolar AS. Sebuah angka fantastis yang menunjukkan betapa panasnya persaingan di lini ini.
Dengan dimulainya produksi chip 2nm, TSMC seolah mengukuhkan posisinya di puncak. Mereka tak cuma memenuhi permintaan pasar, tapi juga sekaligus menetapkan standar baru untuk batas-batas kemungkinan di dunia komputasi.
Artikel Terkait
Liburan Nataru, Penerbangan Domestik Sepi Sementara Rute Luar Negeri Dibanjiri Penumpang
Macet Parah Ragunan, Jalan Utama Ditutup Saat Libur Tahun Baru
Di Bawah Balai Kota, Sejarah Baru New York Dimulai
Roma Intip Peluang, Gaji Fantastis Salah Jadi Penghalang Utama