Ridwan menegaskan komitmen itu. “Sejak saya mengelola Taman Sari dari 2004, kami tidak pernah aji mumpung. Harga tiket tidak pernah dinaikkan karena ramai atau liburan. Itu soal komitmen terhadap aturan,”
tegasnya.
Kalau pun ada penyesuaian harga yang pernah dilakukan, itu semata-mata untuk menutup kebutuhan operasional. Biaya perawatan, penerangan, atau pemeliharaan situs, misalnya. Bukan sekadar memanfaatkan momen liburan.
“Bayangkan, kalau hari biasa 15 ribu lalu saat ramai dinaikkan, itu artinya tidak komit terhadap aturan sendiri. Prinsipnya sederhana: Taman Sari dari tahun 2004, tidak pernah ada kenaikan harga karena momen liburan,”
pungkas Ridwan menjelaskan.
Artikel Terkait
Macron Tolak Opsi Militer di Selat Hormuz, Desak Negosiasi dengan Iran
Mendagri Tegaskan WFH Jumat Bukan Libur, ASN Wajib Aktifkan Pelacak Lokasi
368 Pendatang Baru Masuk Jakarta Timur Pascalebaran 2026
Kepatuhan LHKPN 2025 Capai 96,24%, Legislatif Masih Tertinggal