Selasa lalu, suasana di SDN Cibilik, Kabupaten Sukabumi, terlihat berbeda. Ada semangat baru yang terasa. MNC Peduli bersama Binus School Bekasi baru saja merampungkan serangkaian kegiatan dalam program sekolah hijau mereka. Ini bukan sekadar seremonial biasa, tapi upaya konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus merawat lingkungan.
Yovitq Hastika, General Operation Manager Binus School Bekasi, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan membuat kondisi SDN Cibilik jauh lebih baik. Berbagai aktivitas mereka lakukan, mulai dari merenovasi ruang kelas dengan sentuhan mural warna-warni hingga membagikan alat tulis untuk siswa.
"Kita mau support SDN Cibilik dengan renovasi kelas dengan mural, kita juga mau memberikan perangkat komputer untuk bisa digunakan untuk keperluan AMDK. Lalu juga hari ini ada perapihan untuk di toilet dan tanaman. Selain itu kita juga memberikan alat stationery dan tempat sampah," ujar Yovita.
"Jadi tim dan building management Binus School Bekasi bersama nasional kurikulum dan general precaution, kita berkoordinasi dan berkolaborasi untuk bikin SDN Cibilik sedikit lebih baik," tandasnya.
Di sisi lain, respon dari pihak sekolah pun sangat positif. Yudi Guntara, salah seorang guru di sana, mewakili segenap warga sekolah menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Bantuan itu, menurutnya, datang tepat pada waktunya.
Pasalnya, fasilitas yang diberikan sangat mereka butuhkan dan diharapkan bisa memacu semangat belajar anak-anak didiknya.
"Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada MNC Peduli dan Binus School yang sudah memberikan bantuan pada sekolah kami,’’ujarnya.
‘’Bantuan berupa komputer, alat tulis yang juga dibutuhkan sekolah, dan juga ada mural dan ke depannya mudah-mudahan bisa memberikan minat pada siswa dalam hal meningkatkan pembelajaran literary atau literasi siswa," pungkasnya.
Inti dari program ini sebenarnya sederhana: menciptakan sekolah yang ramah lingkungan dan memicu kreativitas. Namun begitu, dampaknya bisa luas. Dengan adanya perangkat komputer, misalnya, siswa-siswa di daerah pedesaan ini mulai diperkenalkan pada pembelajaran digital. Mereka tak boleh ketinggalan dalam mengikuti derap perkembangan teknologi.
Program Sekolah Hijau ini juga mencakup penataan kembali area penghijauan. Mereka membuat mural edukatif yang membuat lingkungan sekolah lebih menarik dan nyaman untuk belajar. Bahkan perbaikan toilet sekolah pun tak luput dari perhatian. Semua dirancang agar proses belajar mengajar bisa berjalan lebih berkelanjutan.
Pada akhirnya, kegiatan ini berfokus pada penguatan fasilitas dan menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Sebuah langkah awal yang kecil, tapi punya arti besar bagi masa depan anak-anak di Sukabumi itu.
Artikel Terkait
Anggota DPR Serukan Perlindungan Hak Peserta BPJS Kesehatan di Tengah Pemutakhiran Data
Menteri Keuangan Tegaskan Batas Defisit APBN 3% Belum Akan Direvisi
Gangguan Wesel di Manggarai, Layanan KRL Commuter Line Berangsur Pulih
Kemensos dan YLKI Kolaborasi Tangani Keluhan Penonaktifan BPJS PBI