Nah, terkait pemulihan, semuanya ternyata bergantung pada satu hal: akses. Daerah yang jalannya sudah bisa dilalui, proses perbaikan listriknya tentu berjalan lebih cepat. Namun begitu, kondisi di lapangan tidak seragam.
"Maka daerah-daerah yang memang aksesnya masih terbuka, pemulihan sistem kelistrikan bisa berjalan dengan cepat," katanya.
Tapi untuk wilayah-wilayah yang masih terisolasi? Situasinya jadi lain. Pemulihan di sana berjalan lebih lambat dan tak bisa dipungkiri, masih terkendala cukup banyak.
Hingga saat ini, dari total 23 kabupaten dan kota yang terdampak, kabar baiknya ada 15 wilayah yang listriknya sudah pulih seratus persen. Sayangnya, masih ada sisa delapan kabupaten yang belum sepenuhnya teraliri listrik. Perjuangan untuk menyalakan kembali lampu-lampu di daerah itu masih berlanjut.
Artikel Terkait
Gaji CEO BlackRock Larry Fink Melonjak Jadi Rp640 Miliar di 2025
PNM Dukung Penyandang Disabilitas di Samarinda Bangkit Lewat Usaha Roti
MOI Gelar Salat Gaib dan Doa Bersama untuk Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Arus Mudik Paskah 2026 Meningkat 16,74%, Trans Jawa Jadi Favorit