Polytron Fox R Hijau Ini Habiskan Belasan Juta untuk Modifikasi Estetik

- Selasa, 30 Desember 2025 | 05:36 WIB
Polytron Fox R Hijau Ini Habiskan Belasan Juta untuk Modifikasi Estetik

Motor listrik kini bukan cuma urusan transportasi. Tren ini juga menggoda para penggila modifikasi untuk berkreasi. Ambil contoh Indra dari Depok. Polytron Fox R miliknya tampil beda, dibalut warna hijau yang mencolok sekaligus personal.

Sebelum beralih ke motor listrik, Indra sudah lama setia dengan Yamaha Jupiter MX. Tapi, keputusannya untuk membeli Fox R di Juni 2024 nggak dibuat buru-buru. Dia butuh waktu berbulan-bulan buat riset, ngobrol di grup komunitas, dan menimbang untung ruginya.

“Saya beli Polytron Fox R itu bulan Juni 2024, jadi sekarang kurang lebih sudah satu setengah tahun pakai,” ujar Indra saat ditemui di acara kumparan On The Road, baru-baru ini.

Menurutnya, proses pertimbangan itu penting. “Awalnya dapat info dari teman, terus saya masuk ke grup dulu, mantau-mantau sekitar 3–4 bulan. Dari situ kelihatan ternyata banyak juga keuntungannya, terutama dari sisi pembiayaan dibanding motor bensin,” kata dia.

Nah, sebagai orang yang hobi otak-atik motor, tangan Indra memang gatal. Tapi dia punya batasan. Modifikasi yang dilakukan lebih mengutamakan tampilan, bukan mengejar performa ekstrem yang berisiko.

“Karena saya hobi ngoprek dan lebih ke view ya, jadi modifnya kecil-kecil, tipis lah istilahnya. Saya pengin motor ini enak dilihat dan sesuai selera,” ucap Indra.

Semua berawal dari pelek. Warna chrome bawaan diganti dengan hijau yang jadi warna favoritnya. Dari sana, tema hijau merambat ke komponen lain. Master rem, kaliper, sampai selang rem dipilih yang berwarna serupa biar kompak.

“Peleknya saya repaint hijau karena memang saya suka warna hijau. Terus stang pakai punya PCX dari Nui Racing, master rem ganti, kaliper TAD, selang rem Scarlet, semuanya nyari yang hijau biar serasi,” jelasnya.

Bagian kaki-kaki juga dapat perhatian khusus. Indra pakai shockbreaker KTC untuk NMax, meski butuh penyesuaian alias nggak "plug and play". Butuh adaptor dan sedikit akal-akalan, yang informannya dia dapat dari grup komunitas.

“Shockbreaker pakai KTC NMax, memang nggak PNP. Jadi harus pakai adaptor, banyak akal-akalan dari info grup. "Disc"-nya juga pakai ukuran 260, akhirnya sudah diseting biar PNP,” tutur Indra.

Untuk bodi, dia memilih pakai skotlet atau wrap. Alasannya praktis: kalau bosan, bisa dilepas dan motor kembali ke warna asli. Sentuhan detail diperkuat dengan mengganti hampir semua baut dengan titanium warna hijau.

“Bodinya cuma skotlet, bukan repaint, jadi nanti kalau bosan gampang dilepas. Baut-baut juga hampir full titanium warna hijau,” katanya.

Lampu pun tak luput dari upgrade. “Lampu juga sudah diupgrade pakai biled. Jadi lebih terang dan tampilannya juga enak dilihat,” lanjutnya.

Semua perubahan itu tentu butuh biaya. Indra mengaku sudah mengeluarkan belasan juta rupiah untuk modifikasi ini, terpisah dari harga motor barunya.

“Kalau estimasi modifikasi saja, sekitar Rp 15 jutaan lebih. Itu di luar harga motornya ya,” tuntasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar