Kabarnya, bahan bakar nabati karya anak bangsa, Bobibos, sudah mulai dikembangkan di Timor Leste. Produk yang memanfaatkan jerami ini bahkan disebut-sebut sudah diketahui oleh Presiden Prabowo Subianto. Mulyadi, selaku pembina Bobibos, mengungkapkan hal itu di sela-sela sebuah acara di Jonggol, Jawa Barat, akhir pekan lalu.
Menurut Mulyadi, laporan ke Presiden tak dilakukan sembarangan. Sebagai kader Gerindra sekaligus anggota DPR, dia mengikuti prosedur yang berlaku. "Saya sudah sampaikan lewat jalur partai, ke Dewan Pembina dan pimpinan lain. Di DPR, juga ke pimpinan dan komisi terkait, sampai ke kementerian. Dari situ, saya yakin Pak Presiden sudah tahu," jelasnya.
Dia menekankan, komunikasi dilakukan lewat dua fungsi resmi: partai dan legislasi. Tujuannya jelas, agar tidak ada kesan main belakang atau melangkahi aturan.
Nah, soal realisasi, Timor Leste justru jadi yang pertama. Setelah MoU ditandatangani, rencana aksi langsung disusun. Yang menarik, pemerintah setempat memberi dukungan penuh. Mereka menyediakan fasilitas pabrik dan lahan bahan baku yang luasnya mencapai 25 ribu hektare. Untuk awal, sekitar 5.700 hektare sudah siap digarap.
Masalah kapasitas produksi masih dibahas. Semuanya tergantung pesanan, ketersediaan jerami, dan pembangunan mesin di lokasi. Tapi targetnya ambisius. "Paling lambat Februari sudah produksi. Kami usahakan Januari bisa jalan. Peluncuran perdana nanti langsung oleh pemerintah Timor Leste," tambah Mulyadi penuh semangat.
Artikel Terkait
Ekonom: Belanja Lain-Lain Rp200 Triliun Jadi Bantalan Fiskal di APBN 2026
Kepala BGN Tegaskan Anggaran 2026 Rp268 Triliun, Bukan Rp335 Triliun
Instagram Uji Coba Fitur Berlangganan untuk Tonton Stories Diam-diam
Harga BBM Non-Subsidi di Jakarta Masih Stabil, Tak Ada Kenaikan