Stok telur ayam ras nasional dipastikan aman hingga Lebaran 2026. Kabar baik ini datang langsung dari I Gusti Ketut Astawa, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Menurutnya, persediaan kita sangat melimpah.
"Stok telur kita secara nasional banyak," tegas Astawa, Jumat lalu. "Intinya sangat memenuhi kebutuhan nasional. Lewat Ramadan juga aman. Surplus kita. Kita tidak ada masalah kalau telur."
Jadi, kita tak perlu khawatir. Semua kebutuhan konsumsi telur di dalam negeri bisa dipenuhi dari produksi peternak lokal. Memang, ada sedikit kenaikan permintaan saat mendekati Natal dan Tahun Baru nanti. Tapi itu hal wajar. Yang penting, pasokan yang ada lebih dari cukup untuk menutupi lonjakan itu.
Lalu, bagaimana dengan Program Makan Bergizi (MBG) yang ramai dibicarakan? Ternyata, dampaknya terhadap kebutuhan telur secara keseluruhan tidak terlalu besar. Cuma sekitar 1,96 persen dari total kebutuhan nasional, atau setara 127,3 ribu ton. Angka itu terhitung kecil jika dibandingkan dengan total produksi kita.
Soal angka, begini rinciannya. Kebutuhan konsumsi telur ayam ras nasional diperkirakan mencapai 6,487 juta ton per tahun. Nah, produksinya sendiri justru lebih tinggi, sekitar 6,561 juta ton. Hasilnya? Stok akhir tahun 2025 diproyeksikan melonjak drastis menjadi 74,5 ribu ton. Angka itu naik signifikan tepatnya 154,2 persen dibanding stok akhir 2024 yang cuma 29,3 ribu ton.
Meski stok berlimpah, Bapanas tetap tidak lengah. Mereka terus memantau pergerakan harga di pasaran. Targetnya jelas: harga di tingkat konsumen harus sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP), yaitu Rp30.000 per kilogram.
Astawa punya keyakinan soal ini. "Secara prinsip kami sudah sering rapat dengan teman-teman peternak," ujarnya. "Mereka komitmen tetap di range harga di peternak Rp22.000, Rp23.000 sampai Rp25.000. Artinya, pedagang mestinya masih bisa menjual dengan angka Rp30.000."
Jadi, intinya aman. Dari ketersediaan hingga harga, semuanya terkendali. Kabar yang cukup melegakan di tengah isu pangan yang kerap bikin resah.
Artikel Terkait
Wamen Komunikasi dan Digital Pastikan Percepatan Perbaikan Jaringan Telekomunikasi Pasca Banjir Bandang Aceh Tengah
LPEM FEB UI Proyeksikan Inflasi Februari 2026 Capai 3,64-3,92 Persen
Jimmy Lai Divonis 20 Tahun Penjara, Reaksi Internasional Berbeda
Menkeu Purbaya: Koreksi IHSG Berlebihan, Fondasi Ekonomi RI Kuat dengan Pertumbuhan 5,39%