Tapi itu belum semua. Pemerintah Provinsi DKI juga mengucurkan bantuan tunai yang jumlahnya tak sedikit, mencapai Rp3 miliar. Dana ini dialokasikan khusus untuk kabupaten yang porak-poranda diterjang banjir dan longsor.
"Juga bantuan secara langsung uang tunai yang disalurkan ke masing-masing kabupaten besarnya Rp3 miliar, disalurkan ke Lhokseumawe dan Tapanuli Tengah. Kami juga akan memberikan bantuan untuk Aceh Tamiang," ujarnya.
Nah, soal mekanisme penyaluran per kabupaten ini, Pramono punya penjelasan. Rupanya, semua mengikuti petunjuk dari pusat.
"Mengapa itu kami lakukan per kabupaten? Karena memang itu adalah arahan dan permintaan dari Kemendagri, sehingga ada Surat Edaran (SE) Kemendagri-nya," jelasnya.
Jadi, klaim bahwa Jakarta hanya membantu sekali tampaknya kurang tepat. Bantuan berjalan bertahap, mulai dari barang hingga uang, sesuai dengan prosedur dan permintaan yang ada.
Artikel Terkait
Jasa Marga Tutup Sementara Rest Area KM 52B Arah Jakarta Antisipasi Arus Balik
Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Capai 285 Ribu Kendaraan di Tol Trans Jawa
Arus Balik Lebaran Padat, Rest Area di Tol Cipali Dikelola dengan Sistem Buka-Tutup
Kebijakan Larangan Truk-Bus di Tol Picu Kemacetan Parah di Pantura Cirebon