Pertamina Patra Niaga baru saja meluncurkan produk bahan bakar minyak (BBM) terbaru mereka, Biosolar Performance. Ini adalah jawaban langsung atas berbagai keluhan yang datang dari pelanggan sektor industri, yang selama ini menggunakan biosolar B40. Ternyata, transisi ke B40 tidak selalu mulus di lapangan.
Mars Ega Legowo, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, mengakui hal itu. Perusahaannya menerima sejumlah aduan dari konsumen industri.
"Menjawab tantangan tersebut dan masukan dari konsumen, kami menghadirkan opsi solusi berupa produk Biosolar Performance," ujar Mars Ega dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Senin (25/12/2025).
Keluhan-keluhan itu cukup beragam, mulai dari risiko penyumbatan filter, penurunan tenaga mesin, sampai potensi meningkatnya waktu hentoperasi alat-alat produksi. Intinya, ada kekhawatiran soal dampak teknis dan biaya operasional.
Nah, produk baru ini diharapkan bisa jadi alternatif. Targetnya jelas: menawarkan performa yang lebih stabil dan meminimalkan gangguan teknis yang sempat dikeluhkan. Di sisi lain, Pertamina juga ingin menegaskan komitmennya pada kebijakan energi nasional.
"Mudah-mudahan produk ini bisa menjawab isu-isu yang ada dan menjadi salah satu opsi solusi bagi konsumen kami di sektor industri," tambah Mars Ega.
Lalu, apa bedanya dengan biosolar B40 biasa? Data uji coba menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan. Ambil contoh soal kehilangan tenaga atau power loss. Biosolar B40 konvensional tercatat di angka 9,22 persen, sementara varian Performance berhasil menekannya hingga sekitar 3,44 persen. Angkanya jauh lebih rendah.
Parameter lain yang membaik adalah Filter Blocking Tendency (FBT). Biosolar Performance mencatat angka 1,43, jauh lebih baik dibanding B40 biasa yang berada di level 5,09. Artinya, risiko penyumbatan filter bisa ditekan.
Soal kebersihan bahan bakar juga lebih unggul. ISO Cleanliness-nya tercatat 20/18/15, mengalahkan versi sebelumnya di 22/20/16. Produk baru ini bahkan punya kemampuan membersihkan deposit hingga 62,7 persen, yang tentu bagus untuk injektor dan ruang bakar. Dari segi biaya, Biosolar Performance dirancang untuk mengurangi beban perawatan dan memperpanjang usia filter berbeda dengan B40 yang dinilai bisa memicu biaya pemeliharaan tinggi.
Rahasianya ada di paket aditif khusus. Paket ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas dan kualitas. Ada fungsi detergency untuk kebersihan injektor, water separability untuk mengurangi air, agen anti-busa, dan inhibitor korosi untuk melindungi sistem bahan bakar. Hasilnya, produk ini diklaim lebih stabil disimpan, lebih bersih di mesin, lebih aman dari air, dan lebih tahan karat.
Bagi yang berminat, cara pesannya tidak rumit. Cukup hubungi Pertamina Call Center di 135. Laporan kebutuhan Anda akan diteruskan ke tim penjualan regional atau account manager untuk sektor industri dan marine fuel. Nantinya, tim Pertamina akan mengklarifikasi detail kebutuhan, baik teknis maupun komersial, sebelum proses dilanjutkan.
Reliabilitas operasional yang lebih tinggi jadi nilai jual utamanya. Pertamina berharap Biosolar Performance bisa menjadi solusi bagi industri yang butuh performa bahan bakar lebih optimal, tanpa mengorbankan keandalan alat.
Artikel Terkait
RUPSLB Sahkan Han Chang Sik Jadi Presdir Baru Bank Woori Saudara
BPJPH dan USDA Perkuat Kerja Sama Sertifikasi Halal untuk Perdagangan Pertanian
Timnas Futsal Indonesia Pimpin 4-3 Atas Iran di Babak Kedua Final Piala Asia
Timnas Futsal Indonesia Tertinggal Dini dari Iran di Final Piala Asia