Sepanjang tahun 2025, KPK ternyata cukup sibuk. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Fitroh Rohcahyanto, membuka suara soal kinerja lembaganya. Dalam sebuah konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Senin (22/12), dia mengungkap angka yang cukup mencengangkan: sebanyak 11 kali operasi tangkap tangan berhasil digelar.
"Ada 11 penangkapan para terduga pelaku tindak pidana korupsi, atau yang lazim dikenal di masyarakat sebutan OTT," kata Fitroh.
Operasi-operasi senyap itu, menurutnya, bukan tanpa target. Mereka menyasar sektor-sektor yang benar-benar vital dan dekat dengan urusan sehari-hari warga. Mulai dari kesehatan, pekerjaan umum, sampai yang paling sensitif: praktik jual beli jabatan.
Nah, yang menarik, Fitroh menekankan bahwa semua aksi ini punya benang merah dengan peran publik. Keberhasilan OTT tak lepas dari laporan masyarakat.
"Banyak kasus berawal dari keberanian masyarakat dlm melapor, dan itu menjadi sumber energi bagi KPK," ujarnya.
Di sisi lain, angka-angka lain juga tak kalah penting. Sepanjang tahun ini, KPK telah menetapkan 118 orang sebagai tersangka. Ratusan perkara lain juga terus diproses. Tapi mungkin yang paling menggembirakan adalah soal pemulihan aset.
Fitroh menyebut, negara berhasil mendapatkan kembali kerugiannya dengan nilai yang fantastis: lebih dari Rp 1,5 triliun.
"Memulihkan aset negara mencapai Rp1,53 triliun, angka tersebut menjadi angka tertinggi di lima tahun terakhir ini," kata dia.
Sebuah catatan akhir tahun yang cukup berarti, meski pekerjaan tentu masih panjang.
Artikel Terkait
Wamenkes Larang Rumah Sakit Tolak Pasien Cuci Darah Meski Status BPJS Nonaktif
Timnas Futsal Fokus Pemulihan Fisik Jelang Final Piala Asia Lawan Iran
Kadin Indonesia dan Mitra Kanada Perkuat Dukungan untuk UMKM Masuk Pasar Global
Menpar: Kebersihan Laut Fondasi Utama Pariwisata Indonesia, Diwujudkan dengan Aksi Bersih di Bali