Buat banyak orang, hari ini rasanya belum lengkap tanpa secangkir kopi. Ya, minuman hitam pekat ini sudah menjelma jadi semacam ritual, teman setia yang membangkitkan semangat di tengah kesibukan.
Nah, menariknya, tren ini berjalan beriringan dengan prestasi Indonesia di panggung dunia. Baru-baru ini, Indonesia melesat naik peringkat! Kita sekarang jadi negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia, lho. Data dari FAO PBB 2025 mencatat produksi kita mencapai 794 ribu ton. Posisi ini menempatkan kita di jajaran elite bersama Brazil dan Vietnam.
Di sisi lain, kesadaran baru pun muncul di kalangan pelaku usaha. Mereka mulai memikirkan hal di luar cita rasa, yakni sertifikasi halal. Isu ini sempat mengemuka dalam ajang World of Coffee 2025 yang digelar di Indonesia.
Joni, selaku Ketua Koperasi Produsen Serba Usaha (KPSU) Solok Radjo, mengungkapkan alasannya. Koperasi asal Nagari Aie Dingin, Solok, Sumatera Barat ini sudah mengantongi sertifikat halal sejak 2022 untuk kopi arabika mereka.
"Ini soal menjaga nama brand. Kami ingin menunjukkan bahwa produk kami dikelola dengan standar yang bagus dan sesuai dengan budaya kami di Minang, yang sangat kental dengan nilai agama," jelas Joni.
Ucapannya cukup merepresentasikan geliat industri. Kalau kamu perhatikan, semakin banyak kemasan kopi yang kini menampilkan logo halal dengan bangga. Memang sih, kopi berasal dari biji-bijian alami. Tapi proses produksinya mulai dari pengolahan, pencampuran, hingga penambahan perisa seringkali melibatkan banyak tahap. Karena itulah, sertifikasi halal dianggap penting untuk memberi jaminan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen.
Lalu, bagaimana menurut kamu? Seberapa penting sertifikasi halal untuk sebuah produk kopi? Coba deh ikuti polling-nya dan bagikan pendapatmu di kolom komentar.
Artikel Terkait
KEK MNC Lido City Perbaiki Fasilitas Delapan Masjid Jelang Ramadan
KPK Tetapkan 6 Tersangka, Termasuk Pejabat Eselon DJBC, dalam Kasus Suap Impor
Menkes Koordinasi dengan BPJS dan Kemensos Atasi Nonaktifnya Peserta PBI Cuci Darah
Presiden Prabowo Perintahkan Reformasi Pasar Modal untuk Pulihkan Kepercayaan Investor