"Tetapi yang kembang api besar, betul-betul kami atur untuk tidak dinyalakan dalam rangka kita memberikan apa ya, empati, apa yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara," jelas Pramono.
Di sisi lain, Jakarta sebagai ibu kota negara tentu tak boleh terlihat terlalu lesu. Pramono memastikan perayaan tahun baru tetap ada, hanya skalanya yang akan sangat dibatasi. Dari rencana awal yang punya banyak titik, dia memutuskan hanya akan menyetujui satu atau dua tempat saja.
"Walaupun tentunya sebagai ibu kota negara, sebagai pusat perekonomian nasional, Jakarta akan dilihat dunia di dalam menyambut tahun baru ini. Jadi juga enggak boleh terlalu sepi," katanya.
"Maka untuk itu, dari rencana sebegitu banyak titik-titik yang akan diadakan, hari ini saya akan memutuskan dalam rapat setelah acara ini, mungkin maksimum satu atau dua tempat saja," imbuhnya.
Pada akhirnya, dia lebih menekankan pada suasana refleksi. Imbauannya jelas: lebih baik warga banyak berdoa di rumah masing-masing menyambut tahun baru.
"Di rumah masing-masing kita berdoa untuk pergantian tahun baru, mudah-mudahan tahun depan kita semua diberikan berkah yang lebih baik," pungkas Gubernur.
Artikel Terkait
WMO Prediksi El Nino 2026 Bisa Picu Rekor Suhu Global hingga 2027
PNM Perluas Akses Air Bersih dan Sanitasi di 28 Titik untuk Dongkrak Ekonomi Warga
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Jakarta-Cikampek, Sistem Satu Arah Dimulai Siang Ini
KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Indonesia, Lakukan Latihan Bersama di Selat Sunda